Notification

×

Anggaran Desa Dikurangi, Gotong Royong Diperlukan di Sintang

Rabu, 04 Februari 2026 | 14.04.00 WIB Last Updated 2026-02-04T07:04:20Z

 

Caption: Menguatkan kebersamaan melalui gotong royong untuk menghadapi tantangan anggaran desa yang berkurang

Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang, mulai dari desa, dusun, hingga RT dan RW, untuk mengaktifkan kembali budaya gotong royong. Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap pengurangan anggaran desa dan Pemkab Sintang oleh pemerintah pusat, yang berlangsung tahun ini dan di masa mendatang.


Ajakan tersebut disampaikan dalam amanatnya saat melantik empat Kepala Desa Terpilih Hasil Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu Kabupaten Sintang Tahun 2025 pada Rabu, 4 Februari 2026, di Balai Praja Kantor Bupati Sintang.


"Pada tahun ini, kondisi keuangan desa dan Kabupaten Sintang mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan tahun lalu. Kita tengah menghadapi efisiensi anggaran, tetapi aspirasi masyarakat tidak berkurang, sebanyak persoalan pun tetap ada. Kebutuhan akan pembangunan terus meningkat. Ini adalah tantangan bagi kita sebagai pemimpin untuk menumbuhkan semangat dalam menghadapi situasi ini," ujar Florensius Ronny.


Lebih lanjut, Wabup mengungkapkan, "Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah menghidupkan kembali budaya luhur bangsa kita, yaitu gotong royong. Aksi gotong royong dan kerja bakti di tingkat desa, dusun, dan RT perlu dilaksanakan kembali."


Florensius Ronny menegaskan bahwa masyarakat perlu diperkuat lagi semangat gotong royongnya. "Sekarang, saya melihat partisipasi masyarakat dalam kerja bakti mulai menurun. Di masa mendatang, jika ada jembatan yang berlubang atau jalan yang rusak, mari kita perbaiki bersama-sama. Kebersamaan di tengah masyarakat harus diperkuat,” tambahnya.


Dia juga menyampaikan pesan penting. "Dengan tantangan kekurangan anggaran ini, namun kebutuhan pembangunan terus meningkat, kita harus aktif dalam gotong royong dan kerja bakti. Kita tidak boleh menunggu selalu mengandalkan anggaran pemerintah."


Wakil Bupati Sintang mengingatkan bahwa saat ini, Anggaran Dana Desa (ADD) mengalami penurunan drastis. Desa yang biasanya mendapatkan ADD sebesar 1 miliar, kini hanya menerima 200-300 juta. Demikian pula, APBD Kabupaten Sintang yang normalnya mencapai 2,1 triliun, tahun ini hanya berkisar 1,8 triliun.


Publish: (RS)

×
Berita Terbaru Update