![]() |
| Caption: Empat Kepala Desa dilantik, Florensius Ronny ingatkan pentingnya pengelolaan anggaran yang bijaksana untuk kemajuan desa |
Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Pada Rabu, 4 Februari 2026, Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, melantik empat Kepala Desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu Kabupaten Sintang Tahun 2025. Acara pelantikan berlangsung di Balai Praja Kantor Bupati Sintang dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Syarief Yasser Arafat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; Yustinus J, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; camat-camat dari berbagai kecamatan; serta ketua organisasi perangkat daerah dan tamu undangan lainnya.
Keempat kepala desa yang dilantik adalah:
- Lecok sebagai Kepala Desa Tanjung Mawang Kecamatan Sepauk
- Rikhi Yakop sebagai Kepala Desa Empunak Tapang Keladan Kecamatan Ketungau Hulu
- Agustinus sebagai Kepala Desa Laman Raya Kecamatan Sungai Tebelian
- Yusnaini sebagai Kepala Desa Nanga Serawai Kecamatan Serawai
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Florensius Ronny mengingatkan agar semua kepala desa berhati-hati dalam mengelola anggaran. Ia menekankan pentingnya memahami bahwa uang yang dikelola bukanlah milik pribadi, melainkan dana negara dan rakyat.
"Tanamkan dalam diri bahwa kita mengelola uang rakyat. Dengan demikian, kita akan lebih berhati-hati dan dapat memastikan pengelolaan yang aman di masa depan," pesan Florensius Ronny.
Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. "Hindari pengaruh dari tim sukses atau orang terdekat. Setiap penggunaan anggaran harus dipertanggungjawabkan dengan benar dan sesuai peraturan. Kepala desa juga dipersilakan untuk berkoordinasi dengan Pemkab Sintang terkait persoalan di desa, seperti jika ada sekolah atau poskesdes yang perlu perbaikan. Jangan ragu untuk menyampaikannya kepada kami," tambahnya.
Florensius Ronny juga menyampaikan bahwa Bupati Sintang telah mengeluarkan surat edaran kepada camat dan desa untuk mendata warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. "Kami membutuhkan data ini untuk memberikan solusi dan bantuan yang tepat sasaran," pungkasnya.
Publish: (RS)
