Notification

×

Kusmara Amijaya Bahas Isu Strategis Serawai Menuju 2027

Senin, 02 Februari 2026 | 14.25.00 WIB Last Updated 2026-02-02T07:25:32Z
Caption: Kusmara Amijaya menguraikan rencana strategis untuk mengatasi tantangan di Kecamatan Serawai menuju 2027


Sintang (Kalbar), transkapuas.com–Kusmara Amijaya, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, memaparkan empat isu strategis yang akan ditangani hingga tahun 2027, serta kondisi terkini Kecamatan Serawai dan Ambalau. Hal ini disampaikan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 5, yang meliputi Kecamatan Ambalau dan Serawai, di Gedung Serbaguna Kecamatan Serawai pada Senin, 2 Februari 2026.


Kusmara mengungkapkan, "Isu pertama yang perlu kita atasi adalah rendahnya Indeks Infrastruktur Kabupaten Sintang, di mana jalan mantap hanya mencapai 12,07% pada tahun 2025. Isu kedua terkait pertumbuhan ekonomi yang masih bergerak lambat, terlihat dari rendahnya pendapatan per kapita Sintang yang hanya mencapai Rp 46,17 juta, jauh di bawah rata-rata provinsi Kalbar sebesar Rp 52,7 juta. Isu ketiga yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan, namun belum signifikan, sementara kasus stunting dan persentase anak putus sekolah masih cukup tinggi. Terakhir, capaian nilai SAKIP dan reformasi birokrasi masih di bawah target, menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan perlu ditingkatkan."


Mengenai Kecamatan Serawai, Kusmara menjelaskan, "Kecamatan ini memiliki populasi sekitar 24.462 jiwa dan terdiri dari 38 desa. Namun, baru 3 desa yang telah mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF). Tingkat rumah layak huni mencapai 88,68%, dengan 11 PAUD, 29 SD, dan 8 SMP. Fasilitas kesehatan terdiri dari 1 rumah sakit, 2 pustu, dan 15 Poskesdes. Sedangkan untuk sanitasi, telah tercapai 58,48%, dan akses air bersih mencapai 51,17%, sedangkan elektrifikasi baru menjangkau 10 desa atau 26,32%."


Sementara itu, Kecamatan Ambalau memiliki 14.051 jiwa dengan 30 desa, di mana hanya 9 desa yang sudah ODF. "Kecamatan ini memiliki 8 PAUD, 28 SD, dan 6 SMP. Tingkat rumah layak huni mencapai 84,85%, dengan sanitasi di angka 48,97% dan akses air bersih 39,89%. Untuk elektrifikasi, baru 3 desa yang terlayani, dilengkapi dengan 1 Puskesmas, 8 pustu, dan 3 Poskesdes," tambahnya.


Kusmara juga mengungkapkan bahwa terdapat tiga program prioritas utama untuk tahun 2027, yaitu:

1. Program Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan. 

2. Program Peningkatan dan Pengembangan Penyediaan Air Minum serta Sanitasi. 

3. Program Peningkatan Kualitas Infrastruktur Kawasan Permukiman. 


Selain itu, ada 12 program penunjang yang akan mendukung pelaksanaan tersebut.


"Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang untuk tahun 2027 diproyeksikan mencapai Rp 1,939 triliun, dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 261 miliar dan dana transfer sebesar Rp 1,663 triliun. Penurunan APBD ini menuntut agar kecamatan mendorong desa untuk memaksimalkan alokasi Dana Desa sesuai prioritas. Kami juga perlu memfasilitasi akses terhadap sumber pendanaan alternatif, seperti Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan, kemitraan swasta, serta program dari pusat dan provinsi," jelas Kusmara.


Publish: (RS)

×
Berita Terbaru Update