Notification

×

Iklan DPRD Sekadau, Hari Buruh

Iklan DPRD Sekadau, Hari Buruh

Dugaan Jual Beli Buku Paket di SDN 17 Lanjing

Rabu, 17 April 2024 | 12.21.00 WIB Last Updated 2024-04-17T05:21:20Z


Sintang,transkapuas.com - Praktek jual beli buku yang diberitakan oleh media menjadi viral beberapa waktu lalu. Hal tersebut terjadi di SDN 17 Lanjing yang beralamat di Jl. Sintang - Putussibau Km 49 Lanjing Desa Gemba Raya Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang,Kode Pos 78656, NSS : 101130404031 / 30102487.


Saat awak media transkapuas.com mendatangi pihak sekolah dan bermaksud untuk meminta konfirmasi pihak sekolah yaitu Kepala sekolah dan dewan guru pada Rabu 17 April 2024 sekitar pukul,08.10 wib namun pihak sekolah tidak memberikan keterangan.


Saat menemui Kepala Sekolah SDN 17 Lanjing Kepsek hanya menjawab singkat dengan mengatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang dan pihak kepolisian sudah datang.


"Kemarin Selasa 16 April 2024 kemarin Kadis Pendidikan Kabupaten Sintang dan pihak terkait sudah ke sini,gak ada yang perlu kami jelaskan lagi", jawab Kepsek singkat sambil berjalan.


Ditempat yang berbeda saat menghubungi Kadis Pendidikan Yustinus J melalui sambungan WhatsApp mengatakan bahwa pemberitaan yang menyebutkan adanya pungli untuk pembelian buku paket yang terjadi di SDN 17 Lanjing tidaklah benar,dan pihaknya juga sudah turun secara langsung ke lapangan untuk melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah, Guru, Pengurus Komite dan Perwakilan Orang tua Murid.


"Setelah kita cek ke lapangan ternyata yang namanya pungutan liar tidak ada, justru mereka membantu memfasilitasi anak karena mereka menyadari kalau buku paket tidak boleh diperjualbelikan,namun orang tua yang menginginkan buku penunjang untuk bisa dipelajari di rumah",jelas Yustinus lewat sambungan WhatsApp.


Ditempat terpisah saat meminta konfirmasi dari pihak orang tua wali murid SDN 17 Lanjing yang tidak mau disebutkan namanya, justru sebaliknya mereka mengatakan bahwa untuk pembelian buku harus mengeluarkan uang 400.000 sampai dengan 500.000/tahun itu untuk satu orang anak.




Reporter : K. Robenson

×
Berita Terbaru Update