Notification

×

HUT Golkar

HUT Golkar

Viral Pasien BPJS Diminta Beli Obat di Luar, Direktur RSUD Sekadau Buka Suara

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15.33.00 WIB Last Updated 2026-10-20T11:11:07Z
Foto: Gedung RSUD Sekadau


SEKADAU, transkapuas.com – Menanggapi maraknya unggahan di media sosial yang menyebut pasien BPJS Kesehatan di RSUD Sekadau kerap diminta membeli obat di luar rumah sakit, Direktur RSUD Sekadau, dr. Tanjung Tampubolon, akhirnya buka suara.


Ia menegaskan, tidak semua pasien diminta membeli obat di luar. Kondisi tersebut hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu ketika stok obat kosong.


"Iya, sebenarnya bukan setiap saat, Pak. Kadang-kadang pada kondisi tertentu saja karena memang stok kosong. Kadang masih dalam proses pengadaan, proses pengiriman, dan pembiayaan," jelas dr. Tanjung dalam keterangannya kepada media ini, Selasa (20/10/2026).


Menurut Tanjung, pihak RSUD telah memasang pengumuman di papan informasi rumah sakit terkait mekanisme pengembalian dana (reimburse) bagi pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terpaksa membeli obat di luar akibat kekosongan stok.


Pengembalian dana tersebut, kata dia, dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan harga yang berlaku di RSUD Sekadau.


"Hal ini sudah berlangsung kurang lebih satu tahun dan sudah banyak juga pasien yang mengajukan klaim pengembalian dana," ujarnya.


Tanjung mengimbau pasien JKN yang mendapat resep untuk membeli obat di luar karena stok kosong, agar segera mengajukan klaim pengembalian dana melalui prosedur yang telah ditetapkan.


Ia menegaskan, pihaknya terbuka terhadap masukan dan keluhan masyarakat demi peningkatan pelayanan.


"Untuk meningkatkan pelayanan di RSUD, kami akan terus mendengarkan masukan dari masyarakat tentang masalah ini sebagai bahan evaluasi," katanya.


Lebih lanjut, ia menyampaikan dalam waktu dekat akan menggelar rapat evaluasi bersama jajaran manajemen, Komite Farmasi dan Terapi, serta Komite Medis.


Rapat tersebut diharapkan menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk penanganan persoalan ketersediaan obat bagi pasien.


"Kami akan melakukan rapat evaluasi antara manajemen, Komite Farmasi dan Terapi, serta rekan-rekan di Komite Medis," pungkasnya.


Penulis: BBG

Editor:  Redaksi transkapuas.com


×
Berita Terbaru Update