SEKADAU, transkapuas.com – Bupati Sekadau, Aron, S.H., secara resmi menutup Program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia) yang telah berjalan selama dua tahun di Kabupaten Sekadau. Penutupan berlangsung di Aula Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Sekadau, Selasa (20/10/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Aron menyampaikan, Program PASTI telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui intervensi terintegrasi yang melibatkan pemerintah daerah, kecamatan, desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
"Program PASTI telah mengukir banyak cerita baik dan kontribusi nyata di Kabupaten Sekadau. Ini membuktikan bahwa intervensi yang terintegrasi dan berkelanjutan mampu membawa perubahan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujar Aron.
Sejak dilaksanakan 2024, Program PASTI menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), penguatan Generasi Berencana (GenRe), optimalisasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di tingkat desa, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta pengembangan desa model dengan kinerja baik.
Menurut Aron, upaya penurunan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi anak. Diperlukan pula peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan pendampingan keluarga, serta perubahan perilaku menuju pola hidup sehat.
"Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan menyangkut masa depan generasi penerus bangsa, khususnya generasi muda di Bumi Lawang Kuari yang kita cintai ini," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Aron menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wahana Visi Indonesia (WVI) selaku pelaksana program, serta mitra donor yakni Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, dan PT Bank Central Asia Tbk.
Ia menegaskan, berakhirnya Program PASTI secara formal bukan akhir dari perjuangan menurunkan stunting di Sekadau.
"Berakhirnya Program PASTI bukanlah akhir dari ikhtiar kita. Ini justru menjadi garis awal bagi pemerintah daerah, perangkat desa, dan seluruh kader untuk melanjutkan program secara mandiri dan berkelanjutan," katanya.
Aron meminta seluruh OPD, camat, dan kepala desa untuk mempertahankan serta mengembangkan praktik baik yang telah diterapkan selama program berlangsung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bappeda Kabupaten Sekadau, sejumlah camat, serta tim Wahana Visi Indonesia pusat dan Kabupaten Sekadau.
Penulis: transkapuas.com
Editor: Redaksi transkapuas.com
