SEKADAU, transkapuas.com - PT Agro Andalan menggelar sosialisasi perubahan luas Hak Guna Usaha (HGU) yang berlangsung di aula gedung kantor PKK, Jalan Merdeka Timur, Kamis (15/10/2026).
Sosialisasi perubahan luas HGU PT Agro Andalan dari semula 6.993 hektar menjadi 2.834 hektar. Luasan baru tersebut merupakan lahan yang tertanam sesuai kondisi riil di lapangan.
Kegiatan dibuka Wakil Bupati Sekadau Subandrio, S.H., M.H. Hadir Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau Drs. Sandae, M.Si., Kepala BPN Kabupaten Sekadau, Pimpinan PT Agro Andalan Imanuel Tibian, perwakilan instansi terkait, camat se-kabupaten Sekadau, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Sekadau, serta para kepala desa: Setawar, Sungai Sambang, Tapang Perodah, Nanga Pemubuh, Mondi, Boti, dan Nanga Menterap.
Revisi dilakukan untuk memenuhi kriteria PnC RSPO tentang keterbukaan informasi Prinsip 1: Berperilaku Secara Etis dan Transparan, serta untuk menghindari konflik sosial dengan masyarakat. Menurut Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Drs. Sandae, revisi HGU dapat diusulkan oleh perusahaan, pemerintah, atau BPN. PT Agro Andalan mengusulkan revisi sesuai luas kebun tertanam.
Wakil Bupati Sekadau Subandrio mengapresiasi langkah tersebut. “Dengan merevisi HGU, perusahaan bisa menghindari konflik sosial dengan masyarakat, dan masyarakat juga bisa memiliki kekuatan hukum atas lahan miliknya. Dengan demikian, ekonomi masyarakat dapat meningkat serta dapat mencegah karhutla,” ujar Wabup.
Sementara itu, Pimpinan PT Agro Andalan Imanuel Tibian menjelaskan, setelah revisi, HGU yang semula 6.993 hektar menjadi 2.834 hektar dan seluruhnya merupakan lahan tertanam. Sebaran revisi HGU berada di Desa Sungai Sambang, Desa Setawar, dan Desa Mondi.
“Perubahan HGU yang dilakukan untuk memenuhi kriteria PnC RSPO, tentang keterbukaan informasi prinsip 1 tentang berperilaku secara etis dan transparan untuk menghindari konflik dengan masyarakat,” kata Imanuel.
Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan ditutup dengan diskusi bersama para kepala desa dan perwakilan petani. (Sy)
