Sintang (Kalbar),transkapuas.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Panggil Pratama Putra Lasarus, menggelar kegiatan reses di Desa Sepan Lebang, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Reses tersebut dihadiri masyarakat dari lima desa, yakni Desa Sepan Lebang, Desa Pelimping, Desa Sungai Pukat, Desa Bengkuang, dan Desa Landau Kodam, Kecamatan Kelam Permai.
Kegiatan diawali dengan pembacaan susunan acara oleh pembawa acara Putri Maisari, kemudian dilanjutkan dengan doa pembukaan yang dipimpin Pdt. Purwanto, S.Th., pendeta GKII Karunia Sepan Lebang.
Acara selanjutnya diisi dengan sambutan Kepala Desa Sepan Lebang, Yulius Selamet, kemudian Kepala Desa Sungai Pukat, Sutrisman, dan Kepala Desa Pelimping, L. Pulamendi.
Dalam kesempatan tersebut, Panggil Pratama Putra Lasarus, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Kabupaten Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu, yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, menyampaikan bahwa reses merupakan kesempatan untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa bidang yang menjadi fokusnya berkaitan dengan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan. Meski demikian, ia tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan di luar bidang tersebut.
Menurutnya, setiap aspirasi akan dicermati untuk melihat tingkat kebutuhan dan prioritasnya, dengan tetap memperhatikan kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan.
"Semua aspirasi masyarakat akan kita tampung. Untuk usulan yang menjadi kewenangan kita, tentu akan kita lihat mana yang paling prioritas. Sementara itu, usulan yang menjadi kewenangan kabupaten, DPR RI, maupun bidang lain di tingkat provinsi akan kita komunikasikan dan koordinasikan dengan pihak yang membidanginya," jelasnya.
Dalam sesi dialog, warga dari masing-masing desa menyampaikan sejumlah pertanyaan dan usulan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Aspirasi tersebut meliputi pembangunan jalan produksi atau japrot, penyediaan air bersih, pembangunan tempat ibadah, jalan rabat beton, fasilitas pendidikan, hingga pembangunan fasilitas sanitasi atau WC.
Salah satu perhatian utama masyarakat adalah kondisi jalan penghubung dari Simpang Lanjing di Desa Pelimping menuju Desa Landau Kodam. Jalan tersebut telah lama menjadi akses penting bagi masyarakat, dengan kondisi jalan berbatu yang pembangunannya telah berlangsung sejak sekitar tahun 1980-an dan hingga kini masih diharapkan dapat ditingkatkan melalui pengaspalan.
Jalan tersebut menghubungkan sejumlah desa, yakni Pelimping, Sepan Lebang, Sungai Pukat, Bengkuang, dan Landau Kodam, serta memiliki akses yang tembus menuju Desa Merempit Baru, Kecamatan Dedai.
Masyarakat berharap peningkatan jalan tersebut dapat menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Apabila akses jalan dapat ditingkatkan dan diaspal, mobilitas warga diyakini akan lebih lancar, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian, mengakses layanan pendidikan dan kesehatan, serta mendukung kegiatan perekonomian masyarakat.
Selain persoalan jalan, kondisi jembatan yang berada di pusat Desa Sungai Pukat juga menjadi perhatian. Kepala Desa Sungai Pukat, Sutrisman, menyampaikan bahwa kondisi jembatan tersebut saat ini memprihatinkan sehingga diharapkan mendapat perhatian dan penanganan sesuai kewenangan serta prioritas pembangunan.
Dalam penyampaian aspirasi, Kepala Wilayah Dusun Engkara Desa Landau Kodam, Kasandi turut mengucapkan terima kasih kepada Panggil Pratama Putra Lasarus dan Pak Lasarus yang juga Ketua Komisi V DPR-RI melalui Agustinus atas perhatian dan dukungan terhadap sejumlah pembangunan yang telah masuk ke wilayah mereka.
Ia menyebutkan beberapa program yang telah dirasakan masyarakat, di antaranya pembangunan irigasi, fasilitas WC, serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Menurutnya, capaian tersebut merupakan bagian dari upaya bersama melalui perjuangan, koordinasi, dan kerja sama berbagai pihak dengan masyarakat setempat.
Berbagai aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan berikutnya. Masyarakat juga berharap agar usulan yang dinilai mendesak, terutama peningkatan jalan penghubung antardesa dan perbaikan jembatan, dapat diperjuangkan sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Kegiatan reses berlangsung dengan dialog bersama masyarakat dan diakhiri dengan doa penutup serta foto bersama (RS).
