Notification

×

Jalan Beririk–Pelimping Baru Rusak Parah, Warga Harapkan Perhatian Pemerintah

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20.25.00 WIB Last Updated 2026-10-17T13:25:33Z
Caption: Jalan rabat beton penghubung Dusun Beririk–Pelimping Baru mengalami kerusakan parah di sejumlah titik


Sintang, transkapuas.com – Kondisi jalan rabat beton yang menghubungkan Dusun Beririk, Desa Sepan Lebang, dengan Dusun Pelimping Baru, Desa Pelimping, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memerlukan perhatian serius. Dua titik pada ruas jalan sepanjang lebih dari satu kilometer tersebut mengalami kerusakan cukup parah, sementara sejumlah titik lainnya juga mengalami kerusakan.


Berdasarkan pantauan pada Sabtu (17/10/2026), kerusakan jalan ini menjadi perhatian masyarakat karena merupakan akses utama bagi warga Dusun Beririk dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA yang setiap hari melintasi akses tersebut saat berangkat maupun pulang sekolah.


Salah seorang warga, Petrus Leasin, mengatakan bahwa kondisi jalan tersebut sudah cukup memprihatinkan dan membutuhkan perhatian segera dari pihak terkait.


"Kerusakan jalan ini sudah cukup parah, terutama di dua titik. Kami berharap ada perhatian dan penanganan dari pihak terkait karena jalan ini merupakan akses utama masyarakat Dusun Beririk. Anak-anak sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA juga melewati jalan ini setiap hari, baik berangkat maupun pulang sekolah," ungkap Petrus.


Menurutnya, perbaikan jalan sangat diharapkan agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik dan para pelajar memiliki akses perjalanan yang lebih layak.


Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sepan Lebang, Agus, S.Pd.K, saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/10/2026), menjelaskan bahwa kondisi jalan tersebut sudah berulang kali diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa agar menjadi salah satu prioritas pembangunan.


"Jalan Beririk dalam Musrenbang tingkat desa sudah sering kita usulkan untuk menjadi prioritas pembangunan, Pak. Dari Dana Desa sudah tidak ada dana untuk membangun. Semenjak dana sudah dipangkas pemerintah pusat, pemerintah desa tidak punya kekuatan apa-apa dalam membangun desa," jelas Agus.


Ia berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi dapat memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Selain itu, dukungan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD juga diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk mendorong perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.


"Harapan kita cuma dari pemerintah kabupaten atau provinsi, atau pokok pikiran dewan yang mungkin masih ada niat dan hati memperhatikan infrastruktur jalan dan jembatan yang mungkin akan semakin rusak parah ketika memasuki musim hujan nanti. Sementara desa sudah tidak ada anggaran karena sudah dipangkas pemerintah pusat," ungkapnya.


Pernyataan tersebut menggambarkan harapan pemerintah desa dan masyarakat agar pembangunan infrastruktur tetap mendapat perhatian, meskipun kemampuan anggaran desa disebut semakin terbatas.


Warga Berharap Ada Langkah Nyata


Masyarakat berharap kondisi jalan rabat beton yang menghubungkan Dusun Beririk dan Dusun Pelimping Baru tersebut dapat ditinjau langsung oleh pihak terkait.


Penanganan, terutama pada dua titik yang mengalami kerusakan paling parah, dinilai penting agar kondisi jalan tidak semakin memburuk.


Terlebih, apabila memasuki musim hujan, masyarakat khawatir kerusakan jalan akan semakin bertambah dan menyulitkan aktivitas warga, termasuk perjalanan anak-anak sekolah.


Warga berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta anggota DPRD sesuai kewenangannya dapat mempertimbangkan kebutuhan tersebut dalam perencanaan pembangunan maupun penganggaran berikutnya.


Sementara itu, Kepala Desa Sepan Lebang hingga berita ini diterbitkan belum memberikan penjelasan. Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (17/10/2026), namun belum diperoleh tanggapan.


Pemberitaan ini diharapkan menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan dan mencari solusi bersama.


Masyarakat berharap kerusakan jalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat akses ini memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga dan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.




(RS)

×
Berita Terbaru Update