Pontianak, transkapuas.com ,— Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) meresmikan kantor baru MABT Indonesia dengan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, pimpinan wilayah, serta perwakilan berbagai suku dan paguyuban. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kelembagaan sekaligus mempererat hubungan antaretnis di Kalimantan Barat, Jumat (23/10/2026)
Peresmian tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh semangat persaudaraan. Sejumlah perwakilan etnis turut hadir, di antaranya Dayak, Jawa, Madura, Bugis, Padang, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.
Kehadiran para tokoh lintas budaya ini menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang perlu terus dijaga untuk membangun keharmonisan dan memperkokoh persatuan masyarakat di Kalimantan Barat.
Ketua MABT, Suyanto Tanjung, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya pemerintah setempat yang telah memberikan tempat dan fasilitas bagi kepentingan organisasi.
“Peresmian kantor baru ini bukan hanya menjadi simbol bertambah kuatnya kelembagaan MABT, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus menjalin hubungan baik dengan berbagai paguyuban adat dan budaya di Kalimantan Barat,” ujar Suyanto Tanjung.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan masyarakat Tionghoa untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai persaudaraan serta melestarikan adat dan budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
“Marilah kita bersama-sama melestarikan adat dan budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. Kita harus bisa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Yang terpenting, kita semua bisa memperoleh keadilan di negeri yang kita cintai ini,” ungkapnya.
Selain menekankan pentingnya pelestarian budaya, Suyanto Tanjung memberikan perhatian terhadap kontribusi para pemadam kebakaran swasta yang selama ini berperan dalam membantu penanganan kebakaran dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
“Para pemadam kebakaran swasta telah memberikan pengabdian yang besar kepada masyarakat. Karena itu, keberadaan mereka perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dalam bentuk perhatian, fasilitas, maupun penguatan kapasitas, agar mereka dapat terus memberikan pelayanan secara cepat dan maksimal ketika terjadi bencana,” katanya.
Lebih lanjut, Suyanto menegaskan bahwa kesatuan merupakan fondasi kekuatan bersama. Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi landasan bagi seluruh elemen masyarakat untuk membangun komunikasi, memperkuat sinergi, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. MABT akan terus berupaya menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kalimantan Barat,” tuturnya.
Melalui peresmian kantor baru ini, MABT Indonesia diharapkan semakin memperkuat peran organisasi dalam melestarikan adat dan budaya, menjalin kerja sama lintas etnis, serta berkontribusi bagi kemajuan dan keharmonisan masyarakat Kalimantan Barat.
Rizka Arabia Wulandari
