Notification

×

BPKAD OKI

BPKAD OKI

VT

VT

Transkapuas

Transkapuas

Sampah Membandel di Jalur Sintang–Putussibau, DLH Minta Aksi Nyata Desa

Rabu, 22 April 2026 | 09.20.00 WIB Last Updated 2026-04-22T02:20:46Z
Caption: Tumpukan sampah masih terlihat di ruas Jalan Sintang–Putussibau, wilayah Desa Jerora 1, Kecamatan Sintang, meski larangan sudah terpasang. DLH Sintang mendorong pemerintah desa segera menyiapkan TPS dan mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan


Sintang, (Kalbar), transkapuas.com - Persoalan tumpukan sampah di ruas jalan Sintang–Putussibau, tepatnya di wilayah Desa Jerora 1, Kecamatan Sintang, kembali mencuat dan menjadi perhatian serius. Meski larangan tegas telah dipasang melalui baliho di lokasi, praktik pembuangan sampah sembarangan masih terus terjadi, menciptakan pemandangan yang tidak sedap sekaligus mencoreng wajah daerah.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang, Dra. Siti Musrikah, M.Si, saat dihubungi melalui WhatsApp pada Rabu, 22 April 2026, menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai, persoalan ini bukan semata kurangnya sosialisasi, melainkan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat.


"Rasa-rasanya semua bisa membaca, tapi masih saja dibuang di sana. Ini sudah berkali-kali kami sampaikan," ujarnya tegas.


Menurutnya, DLH telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pemasangan larangan hingga koordinasi lintas pihak. Bahkan, persoalan ini telah dilaporkan kepada Wakil Bupati Sintang untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut.


"Saya sudah sampaikan ke Wakil Bupati. Kepala Desa Jerora harus segera menyiapkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), namun sampai hari ini belum ada langkah konkret," ungkapnya.


Siti Musrikah menekankan bahwa keberhasilan penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Peran aktif pemerintah desa dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.


"Dinas sudah berupaya maksimal. Tapi tanpa dukungan masyarakat, tentu tidak akan berjalan optimal. Larangan sudah jelas, tinggal bagaimana kesadaran kita bersama," tambahnya.


Ia juga mencontohkan beberapa wilayah lain yang telah lebih dulu menyediakan TPS sebagai solusi nyata, sehingga diharapkan Desa Jerora 1 dapat segera mengikuti langkah tersebut.


"Tempat lain seperti Akcaya sudah ada TPS. Ini tinggal bagaimana inisiatif dari kepala desa. Jangan sampai sampah dibuang di jalan, karena itu mencerminkan wajah kita," tegasnya lagi.


Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari aparat desa, hingga seluruh masyarakat, untuk bersama-sama membangun kepedulian terhadap lingkungan.


"Saya berharap ada kerja sama semua pihak. Kalau kondisi seperti ini terus, kapan selesainya?" ucapnya penuh harap.


Sementara itu, Kepala Desa Jerora 1, Paskalis Niko, belum memberikan penjelasan rinci terkait persoalan tersebut. Saat hendak dikonfirmasi di kantor desa maupun di kediamannya, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Melalui pesan WhatsApp, ia hanya menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di Dedai.


"Aku ke Dedai, pak," tulisnya singkat.


Diketahui, terdapat dua titik tumpukan sampah di lokasi yang seharusnya bukan area pembuangan. Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat jalan Sintang–Putussibau merupakan jalur strategis yang dilalui masyarakat setiap hari.


Hingga kini, belum ada kejelasan terkait lokasi pembuangan sampah yang layak maupun keberadaan TPS di Desa Jerora 1. Masyarakat pun berharap adanya langkah nyata dan solusi cepat agar persoalan ini tidak terus berulang, sekaligus menjaga kebersihan dan citra daerah.(RS)

×
Berita Terbaru Update