Notification

×

BPKAD OKI

BPKAD OKI

VT

VT

Transkapuas

Transkapuas

Jejak Sunyi HM Djakfar Soddiq Mengomandoi PKB OKI

Kamis, 16 April 2026 | 20.37.00 WIB Last Updated 2026-04-16T13:37:37Z
Caption : HM Dja'far Soddiq 
Ketua DPC PKB OKI


OKI, transkapuas.com — Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026, dinamika internal partai mulai menghangat. Sejumlah nama mulai disebut sebagai kandidat ketua, salah satunya HM Djakfar Soddiq, figur incumbent yang dikenal lebih banyak bekerja di balik layar ketimbang tampil di ruang publik.


Nama Djakfar Soddiq memang tidak dominan dalam pemberitaan politik lokal. Namun di internal PKB OKI, ia bukan sosok asing. Ia pernah berada dalam struktur strategis partai, terutama pada fase konsolidasi organisasi pasca dinamika politik daerah.


Selain di partai, rekam jejaknya di pemerintahan daerah juga tercatat. Djakfar pernah menjabat sebagai Wakil Bupati OKI periode 2019–2024. Pada masa transisi pemerintahan, ia juga sempat dipercaya sebagai Penjabat (Pj) Bupati OKI selama kurang lebih satu setengah bulan.


Gaya Senyap dan Pendekatan Lapangan.


Di mata sebagian kader dan masyarakat, Djakfar dikenal sebagai figur sederhana dengan pendekatan langsung ke masyarakat. Ia kerap turun ke lapangan tanpa protokoler berlebihan dan lebih banyak mendengar aspirasi warga.


“Beliau kalau turun ke lapangan lebih banyak menyerap aspirasi. Tidak berjarak dengan masyarakat,” ujar seorang tokoh masyarakat OKI yang enggan disebutkan namanya.


Pendekatan tersebut membentuk gaya kepemimpinan yang cenderung tidak menonjol secara media, namun dinilai cukup kuat dalam membangun kedekatan sosial-politik.


Penguatan Basis Nahdliyin.


Selama berada dalam struktur kepemimpinan PKB, Djakfar disebut fokus memperkuat basis tradisional partai, khususnya kalangan nahdliyin. Ia aktif menjalin komunikasi dengan tokoh agama, pengurus pesantren, serta komunitas pemuda di tingkat desa.


Upaya tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas basis dukungan PKB di tingkat daerah, di tengah persaingan politik yang semakin kompetitif.


Perolehan Kursi PKB Meningkat.


Pada Pemilu Legislatif 2024, PKB OKI mencatat peningkatan perolehan kursi DPRD menjadi 7 kursi, dibandingkan periode sebelumnya. Capaian ini turut mengubah posisi PKB dalam peta kekuatan politik lokal.


Dengan jumlah tersebut, PKB berhasil menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD OKI periode 2024–2029, yakni Farid Hadi Sasangko. Ini menjadi tonggak baru dalam sejarah politik daerah yang sebelumnya didominasi partai besar.


Dominasi Lama Mulai Bergeser.


Selama dua dekade terakhir, kursi Ketua DPRD OKI didominasi oleh partai-partai besar seperti Golkar dan PDIP. Sejumlah periode kepemimpinan tercatat sebagai berikut:


1999–2004: Golkar


2004–2009: Golkar


2009–2014: PDI Perjuangan


2014–2019: PDI Perjuangan


2019–2024: PDI Perjuangan


Namun pada periode 2024–2029, terjadi perubahan konfigurasi politik dengan terpilihnya kader PKB sebagai Ketua DPRD OKI.


Tantangan Kepemimpinan.


Di tengah penguatan posisi politik tersebut, PKB OKI tetap menghadapi sejumlah tantangan, antara lain konsolidasi internal kader, keterbatasan sumber daya politik, serta dinamika kepentingan menjelang momentum Muscab.


Situasi ini menuntut penguatan strategi organisasi agar PKB tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memperluas pengaruh politik di tingkat daerah.


Menanti Arah Muscab 2026.


Muscab PKB OKI pada 18 April 2026 akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan. Sejumlah nama masih berpotensi muncul dalam bursa calon ketua DPC PKB OKI.


Apakah model kepemimpinan berbasis kerja senyap seperti yang selama ini melekat pada Djakfar Soddiq masih akan mendapat ruang dalam kontestasi internal partai, atau justru akan bergeser mengikuti tuntutan politik yang lebih terbuka, akan ditentukan dalam Muscab mendatang.


( Mas Tris).

×
Berita Terbaru Update