![]() |
| Caption : Ketua DPC PDIP OKI Febriansyah Wardana ST. |
OKI, transkapuas.com — Momentum Hari Kartini yang identik dengan semangat “habis gelap terbitlah terang” seolah menemukan relevansinya dalam dinamika politik di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Filosofi emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini itu kini tercermin dalam proses regenerasi dan pergeseran peta kekuatan politik di tingkat lokal.
Di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) OKI, pergantian kepemimpinan dari Abdiyanto kepada Febriansyah Wardana, ST dipandang sebagai simbol penyegaran struktur organisasi sekaligus momentum konsolidasi partai.
Peralihan ini bahkan melahirkan ungkapan yang berkembang di kalangan simpatisan, yakni “habis Abdiyanto terbitlah Febri”, sebagai representasi harapan terhadap kepemimpinan baru yang dinilai mampu membawa arah politik lebih progresif.
Ketua PDIP OKI saat ini, Febriansyah Wardana, ST, menegaskan bahwa regenerasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi secara dewasa dan proporsional.
“Regenerasi adalah hal yang wajar dalam partai. Yang terpenting bagaimana kita tetap menjaga soliditas dan terus bekerja untuk kepentingan masyarakat, khususnya wong cilik,” ujar Febriansyah, Selasa (21/4/2026).
Sementara itu, Abdiyanto dikabarkan telah mengundurkan diri dari PDIP OKI, meskipun sebelumnya dikenal sebagai kader yang tumbuh dan dibesarkan oleh partai tersebut. Ia kini melanjutkan langkah politiknya dengan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten OKI.
Keputusan tersebut menambah warna dalam dinamika politik lokal, terutama di tengah proses konsolidasi internal partai menjelang agenda politik ke depan.
Sejumlah pengamat politik lokal menilai, perpindahan figur dari satu partai ke partai lain merupakan fenomena yang lazim dalam sistem demokrasi. Namun, mereka menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi politik kepada publik guna menghindari spekulasi yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat.
Dengan berkembangnya dinamika ini, publik kini menantikan langkah politik selanjutnya dari kedua figur, baik Febriansyah Wardana, ST dalam memimpin PDIP OKI, maupun Abdiyanto di lingkungan barunya di PSI OKI.
Di tengah momentum Kartini, perubahan ini menjadi cermin bahwa dalam politik lokal, regenerasi bukan sekadar pergantian figur, tetapi juga harapan akan lahirnya arah baru yang lebih terang bagi masyarakat.
( Mas Tris).
