Notification

×

Warga Balai Tinggi Kecamatan Meliau Minta Pemerintah dan APH Turun Tangan Terkait Dugaan Aktivitas PETI di Hulu Sungai

Rabu, 04 Februari 2026 | 18.55.00 WIB Last Updated 2026-02-04T11:55:23Z
Foto: kondisi air sungai di desa Balai Tinggi


Sanggau, transkapuas.com – Warga Desa Balai Tinggi, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, semakin resah dengan kondisi sungai yang kini tak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Air sungai yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat berubah keruh kecokelatan dan berbau lumpur, diduga kuat akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu. 


Menurut warga, perubahan kualitas air terjadi cukup lama dan semakin parah saat hujan turun. Sungai yang sebelumnya jernih kini tidak lagi bisa dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, maupun keperluan rumah tangga lainnya.


“Airnya sering keruh, warnanya cokelat pekat dan berbau lumpur. Kami khawatir ini berdampak pada kesehatan keluarga kami,” ujar salah seorang warga Balai Tinggi, Selasa (3/2/2026).


Keresahan warga bukan tanpa upaya. Mereka mengaku telah berulang kali melaporkan dugaan aktivitas PETI tersebut kepada aparat kepolisian, Muspika hingga Muspida. Namun hingga kini, warga menilai belum ada tindakan tegas yang mampu menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut ataupun memulihkan kondisi sungai.


“Laporan sudah kami sampaikan, tapi kenyataannya aktivitas masih berjalan dan air sungai tetap keruh,” keluh warga lainnya.


Keluhan serupa juga datang dari warga yang bermukim di sepanjang Sungai Buayan, kawasan Kuala Rosan. Mereka menyebut kualitas air sungai mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir, yang diduga merupakan dampak lanjutan dari aktivitas PETI di daerah hulu.


Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah agar segera turun tangan secara serius untuk menertibkan aktivitas PETI serta melakukan langkah konkret pemulihan lingkungan. Warga menegaskan sungai adalah sumber kehidupan yang tidak boleh dibiarkan rusak oleh aktivitas ilegal.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah terkait tindak lanjut atas laporan dan keluhan warga masyarakat tersebut. (Tim) 

×
Berita Terbaru Update