Notification

×

Tk

Tk

Hpn

Hpn

Hpn oki

Hpn oki

Ketergantungan Infrastruktur OKI Menguat Pada Korporasi

Sabtu, 14 Februari 2026 | 08.21.00 WIB Last Updated 2026-02-14T01:21:13Z
Caption : Vice presiden direktur PT OKI pulp & paper Mills menjelaskan pada gubernur Sumsel H.Herman deru dan bupati OKI H Muchendi pada saat peresmian jalan rabat beton sepanjang 1,4 Km di kecamatan air Sugihan . Jum'at (13/2/2026).


OKI, transkapuas.com — Ketergantungan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,terhadap korporasi kian menguat. Hal ini mengemuka saat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meresmikan jalan rabat beton sepanjang 1,4 kilometer di Kecamatan Air Sugihan, Jumat (13/2/2026).


Proyek tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dibiayai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT OKI Pulp & Paper Mills.


Ruas jalan itu menghubungkan wilayah Bukit Batu dan Air Sugihan, yang selama ini menjadi jalur distribusi menuju kawasan industri dan permukiman warga. Pemerintah daerah menilai infrastruktur tersebut akan memperlancar arus transportasi dan perdagangan masyarakat.


Dalam sambutannya, Herman Deru mengakui keterbatasan fiskal daerah.


“Kabupaten OKI ini wilayahnya sangat luas. Pemerataan pembangunan tidak mungkin hanya mengandalkan APBD,” ujarnya.


Menurut dia, sinergi dengan dunia usaha menjadi kebutuhan mutlak di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas. Ia juga mendorong para pemegang Izin Usaha Perkebunan (IUP) di OKI berkontribusi lebih aktif dalam pembangunan, termasuk dalam penanganan persoalan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan.


“Apa yang dilakukan PT OKI Pulp & Paper Mills melalui program CSR ini patut diapresiasi. Ini bukan sekadar membangun jalan, tetapi membuka akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.


Bupati OKI, Muchendi, menyebut kontribusi perusahaan membantu percepatan pembangunan di wilayah Air Sugihan. Ia mencatat perusahaan sebelumnya telah membangun jalan sepanjang 4,3 kilometer melalui pola kolaboratif.


“Kontribusi perusahaan sangat membantu percepatan pembangunan infrastruktur di Air Sugihan,” kata Muchendi.


Meski Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga mengalokasikan dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) untuk pembangunan jalan cor sepanjang 1,2 kilometer di Desa Kerta Mukti, porsi pendanaan swasta dinilai masih dominan pada proyek strategis di kawasan operasional perusahaan.


Ketergantungan itu turut terlihat pada sektor layanan dasar. Pembangunan Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Air Sugihan yang menyasar 7.200 sambungan rumah memang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun sumber pasokan airnya tetap mengandalkan intake milik perusahaan.


Vice Director PT OKI Pulp & Paper Mills, Gadang Harto Hartawan, menjelaskan jalan rabat beton tersebut memiliki ketebalan 21 sentimeter dengan lebar 8 meter menggunakan konstruksi baja wire mesh dan dilengkapi penataan ruang milik jalan (RMJ).


“Pembangunan dimulai pada Oktober 2025 dengan estimasi pengerjaan sekitar dua bulan. Jalan ini juga mengatasi penyempitan badan jalan akibat pertumbuhan permukiman dan aktivitas usaha di sekitar Pasar Jeti Sungai Baung,” ujarnya.


Secara regulatif, program CSR merupakan kewajiban sosial perusahaan yang bersifat komplementer terhadap pembangunan daerah. Namun dalam praktiknya di OKI, peran korporasi tampak semakin signifikan dalam pembiayaan infrastruktur publik.


Di tengah keterbatasan APBD dan luasnya wilayah administratif, kolaborasi pemerintah dan swasta menjadi pilihan realistis. Meski demikian, penguatan tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas program CSR dinilai penting agar sinergi tersebut tidak berubah menjadi ketergantungan struktural dalam pembangunan daerah.


(Mas Tris).

×
Berita Terbaru Update