Notification

×

Jelang Musim Tanam, KAI Angkut 21.180 Ton Pupuk Naik 31,47 Persen Sepanjang 2026

Senin, 19 Oktober 2026 | 22.43.00 WIB Last Updated 2026-10-19T15:45:47Z


JAKARTA, transkapuas.com – Menjelang musim tanam 2026/2027 di tengah pergeseran musim hujan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan angkutan pupuk secara signifikan untuk mendukung rantai pasok pertanian nasional.


Sepanjang Januari–September 2026, KAI mengangkut 21.180 ton pupuk, tumbuh 31,47 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 16.110 ton. Artinya, ada tambahan 5.070 ton pupuk yang bergerak menggunakan kereta api dalam sembilan bulan pertama tahun ini.


Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas rantai pasok pertanian yang memiliki hubungan erat dengan kebutuhan masyarakat.


“Setiap musim tanam membawa harapan bagi banyak keluarga petani. Ada lahan yang kembali disiapkan, benih yang mulai ditanam, dan rencana panen yang menjadi sumber penghidupan. Agar proses itu berjalan, kebutuhan pertanian harus disiapkan dengan baik. KAI mengambil peran melalui pengangkutan pupuk dari titik asal menuju tujuan sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar Anne, Senin (19/10/2026).


Kesiapan logistik pupuk semakin relevan dengan prakiraan musim hujan 2026/2027 dari BMKG. Awal musim hujan diprediksi berlangsung bertahap di berbagai wilayah Jawa dan Sumatera pada akhir Oktober hingga Desember 2026.


Di Jawa Tengah, awal musim hujan diprakirakan terjadi pada November–Desember 2026. Sementara di sebagian wilayah Sumatera Selatan, musim hujan diperkirakan mulai bertahap sejak akhir Oktober hingga awal Desember 2026.


Perbedaan kondisi tersebut menjadikan perencanaan musim tanam semakin penting, termasuk dalam memperkirakan kebutuhan sarana pertanian dan pengiriman pupuk menuju wilayah distribusi.


“Bagi petani, waktu memiliki arti penting. Persiapan lahan, penanaman, dan pemupukan mengikuti kebutuhan tanaman serta kondisi alam. Karena itu, setiap pihak dalam rantai pasok perlu menjalankan perannya dengan baik. Melalui layanan angkutan barang, kami menjaga agar pengiriman pupuk yang dipercayakan kepada KAI dapat berlangsung aman, terjadwal, dan sesuai kebutuhan,” kata Anne.


Menurutnya, ketahanan pangan membutuhkan keterhubungan banyak kegiatan yang saling mendukung. Produsen menyiapkan pupuk, transportasi melayani pengiriman, distributor menjalankan penyaluran, sementara petani menyesuaikan aktivitas budidaya dengan kondisi musim. Dalam rantai tersebut, KAI melayani angkutan pupuk pada koridor yang didukung jaringan rel dan fasilitas logistik.


KAI terus membuka peluang pemanfaatan angkutan berbasis rel bagi komoditas pertanian, dengan memperhatikan keselamatan perjalanan, kesiapan sarana, kapasitas jaringan, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam rantai distribusi.


“Ketika musim tanam dimulai, yang tumbuh adalah harapan banyak orang. Ada petani yang menanti hasil dari lahannya, keluarga yang bergantung pada penghasilan pertanian, pedagang yang menunggu pasokan, hingga masyarakat yang membutuhkan pangan setiap hari. Perjalanan pupuk di atas rel menjadi salah satu bagian dari proses panjang itu,” tutup Anne.


Sumber: Siaran Pers KAI - VP Corporate Communication Anne Purba - 19 Oktober 2026


Penulis: Redaksi http://transkapuas.com


×
Berita Terbaru Update