Notification

×

Gawai Sintang

Gawai Sekadau

Gawai Sekadau

BPKAD OKI

BPKAD OKI

Bupati Sintang Tegaskan Larangan Bakar Lahan Selama Musim Kemarau

Rabu, 12 Agustus 2026 | 18.54.00 WIB Last Updated 2026-08-12T11:54:54Z
Caption: Bupati Sintang mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau


Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menegaskan larangan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang dan perusahaan untuk melakukan pembakaran hutan dan lahan, khususnya dalam rangka membuka areal perkebunan selama musim kemarau.


Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sintang saat memimpin Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), sekaligus gelar pasukan serta sarana dan prasarana, di Lapangan Kodim 1205 Sintang, Rabu (12/8/2026).


Bupati Sintang mengatakan, larangan pembakaran hutan dan lahan menjadi langkah penting untuk mencegah meluasnya kejadian Karhutla yang berpotensi menimbulkan bencana kabut asap serta mengganggu kehidupan dan aktivitas masyarakat.


"Berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG, musim kemarau masih akan berlangsung hingga September 2026, bahkan terdapat potensi cuaca panas ekstrem. Kondisi ini menjadi pemicu meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan," terang Gregorius Herkulanus Bala.


Menurutnya, musim kemarau tidak hanya meningkatkan ancaman Karhutla, tetapi juga berdampak terhadap ketersediaan sumber air. Kekeringan dapat menyebabkan debit sungai dan danau menurun sehingga berpotensi menimbulkan krisis air bersih bagi masyarakat.


"Untuk Kabupaten Sintang, titik panas cukup banyak. Tercatat sebanyak 186 hotspot per 7 Agustus 2026. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir kebakaran hutan dan lahan terjadi di berbagai tempat. Penyebab utamanya adalah kelalaian maupun kesengajaan manusia," tegasnya.


Bupati Sintang mengingatkan bahwa Karhutla bukan hanya menjadi persoalan pemerintah, tetapi merupakan ancaman yang dampaknya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat mengganggu kesehatan, menghambat aktivitas masyarakat, mengganggu transportasi, serta menimbulkan kerugian ekonomi dan lingkungan.


Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih pada kondisi cuaca yang sangat kering.


"Kebakaran ini tentu merugikan semua pihak. Upaya penanggulangan sudah sangat optimal dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah, swasta dan masyarakat. Saya minta semua bekerja sama dengan baik di lapangan," ujarnya.


Gregorius Herkulanus Bala juga menyoroti sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam proses pemadaman Karhutla, terutama keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran.


"Kita menyadari bahwa salah satu yang menghambat penanggulangan dan pemadaman api adalah sumber air dan akses jalan. Karena itu, pencegahan jauh lebih penting. Jangan sampai api sudah membesar baru kita bergerak," tegasnya.


Bupati Sintang mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.


Menurutnya, keberhasilan mencegah Karhutla tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel dan peralatan pemadam, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.


"Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga Sintang agar tetap aman dari Karhutla dan kabut asap. Pencegahan adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.


Publish: (RS)

×
Berita Terbaru Update