![]() |
| Caption : Komandan Kodim 0402 Letkol INF Gunawan Wibisono. |
OKI, transkapuas.com - Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,menggelar kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang ditujukan khusus bagi kalangan generasi muda dari Keluarga Besar TNI (KBT). Kegiatan yang berlangsung di Aula Makodim 0402/OKI pada Rabu (8/7/2026) ini bertujuan untuk memperkokoh karakter dan jiwa nasionalisme di tengah tantangan era globalisasi.
Mengusung tema "Melalui Penguatan Bela Negara Kita Perkokoh Generasi Muda Keluarga Besar TNI yang Solid, Berkarakter dan Berjiwa Nasionalis", acara tersebut menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Komandan Kodim 0402/OKI, Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., menekankan bahwa peran keluarga besar TNI tidak hanya terbatas pada lingkungan internal, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
"Keluarga Besar TNI memiliki peran strategis sebagai mitra TNI dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya bela negara sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara," ujar Dandim dalam sambutannya.
Letkol Gunawan menyoroti kompleksitas tantangan bangsa ke depan yang memerlukan sumber daya manusia dengan integritas tinggi. Menurutnya, generasi muda KBT harus dibekali dengan disiplin, karakter kuat, serta komitmen teguh terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain penyampaian materi wawasan kebangsaan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta diberi ruang untuk bertukar pikiran mengenai relevansi peran pemuda dalam menghadapi dinamika sosial dan tantangan global saat ini. Interaksi dua arah ini dinilai efektif untuk menginternalisasi konsep bela negara bukan sekadar teori, melainkan sebagai sikap mental sehari-hari.
Melalui pembinaan ini, Kodim 0402/OKI berharap dapat mencetak generasi muda KBT yang tidak hanya solid secara emosional, tetapi juga matang secara intelektual dan spiritual dalam konteks kebangsaan. Hal ini dianggap sebagai modal utama untuk mempertahankan kedaulatan negara di masa mendatang.
(Mas Tris)
