Notification

×

BPKAD OKI

BPKAD OKI

VT

VT

Transkapuas

Transkapuas

Wagub Kalbar Tegaskan Pembangunan Tak Bisa Dibandingkan

Jumat, 10 April 2026 | 12.28.00 WIB Last Updated 2026-04-10T05:28:47Z
Foto: Krisantus Kurniawan Wakil Gubernur Kalimantan Barat

Sintang, (Kalbar), transkapuas.com - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan provinsi lain, khususnya Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026).


Dalam pidatonya, Krisantus menyinggung fenomena perbandingan pembangunan yang beredar di media sosial. Ia mengaku sempat melihat sebuah video di TikTok yang membandingkan kondisi Kalimantan Barat dengan daerah lain.


"Beberapa waktu yang lalu, bahkan tadi malam saya tonton di TikTok, pas di kampung saya pula di Sepauk. Saya tidak tahu apakah itu asli orang Sepauk atau bukan," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa perbandingan tersebut tidaklah tepat. Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki kondisi geografis dan kemampuan fiskal yang sangat berbeda dibandingkan dengan Jawa Barat.


"Kalau bahasa Jawa, ojo dibanding-bandingke. Saya tegaskan Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat. Jawa Barat luasnya sekitar 43.000 kilometer persegi dengan APBD mencapai 31 triliun rupiah, sementara Kalimantan Barat memiliki luas sekitar 171.000 kilometer persegi atau 1,11 kali Pulau Jawa, namun APBD-nya hanya sekitar 6 triliun lebih," tegasnya.


Krisantus juga menyampaikan pernyataan tegas terkait wacana membandingkan kepemimpinan antar daerah, bahkan menyinggung nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.


"Ada yang mau pinjam Dedi Mulyadi tiga bulan, suruh jadi Gubernur Kalimantan Barat. Ayo bertukar, saya mau lihat, tapi pakai duit 6 triliun bangun Kalimantan Barat. Kalau dia bisa, saya cium lututnya," ucapnya dengan nada tegas.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa luas wilayah Kalimantan Barat berdampak langsung terhadap tingginya biaya pembangunan, khususnya infrastruktur dasar seperti jalan dan jaringan listrik.


"Kekuatan fiskal kita berbeda, luas kita berbeda. Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Kabel listrik saja, 100 persen di Kalimantan Barat lebih panjang dibanding Jawa Barat. Begitu juga jalan, tentu lebih panjang," jelasnya.


Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak salah memahami kondisi tersebut serta berharap para pemimpin dan pemangku kebijakan dapat memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat.


"Saya harap masyarakat jangan gagal paham. Kita sebagai pelaku dan pemimpin harus memberikan pencerahan kepada masyarakat," pesannya.


Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sintang atas upaya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya penanganan jalan di wilayah Berayan.


"Terima kasih Pak Bupati, kemarin sudah menyampaikan terkait jalan Berayan dan langsung mengirim alat. Saya memahami kondisi kebatinan Pak Bupati. Infrastruktur di Kabupaten Sintang ini memang berat," ungkapnya.


Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak akan tinggal diam dalam membantu pembangunan di daerah, terlebih dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Kabupaten Sintang.


"Pemerintah Provinsi tidak tinggal diam, apalagi saya orang Sintang. Jalan itu kalau tidak salah akan dilanjutkan sampai ke Layung," pungkasnya.


Publish: (RS)

×
Berita Terbaru Update