![]() |
| Mursalin,Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang |
Sintang (Kalbar), transkapuas.com – Pemerintah Kabupaten Sintang terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi persoalan infrastruktur jalan yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah. Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah meningkatkan keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dari perusahaan perkebunan yang beroperasi di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang, Mursalin, pada Kamis, 16 April 2026, menyampaikan bahwa dukungan dari pihak perusahaan sangat diperlukan mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah dalam menangani kerusakan jalan yang cukup luas.
"Kondisi fiskal daerah kita masih terbatas, sehingga peran serta semua pihak, termasuk perusahaan perkebunan melalui program CSR, sangat dibutuhkan," ujar Mursalin.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Sintang memiliki kawasan perkebunan yang cukup luas, bahkan hampir mencapai 49 persen dari total wilayah. Aktivitas operasional perusahaan perkebunan yang tinggi tentu sangat bergantung pada akses jalan yang memadai, baik untuk distribusi hasil produksi maupun mobilitas tenaga kerja.
"Perusahaan menggunakan akses jalan yang sama dengan masyarakat. Oleh karena itu, sudah sepatutnya ada kontribusi nyata dalam membantu perbaikan serta pemeliharaan jalan," jelasnya.
Lebih lanjut, Mursalin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengarahkan program CSR perusahaan agar lebih fokus pada sektor infrastruktur, terutama perbaikan jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
"Kami berharap program CSR bisa diprioritaskan untuk pembangunan dan perbaikan jalan, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas," katanya.
Upaya ini juga sejalan dengan arahan Bupati Sintang yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mempercepat pembangunan daerah. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mengatasi keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah.
Meski demikian, Mursalin menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan bersifat kolaboratif dan memerlukan kesepahaman bersama agar pelaksanaannya berjalan optimal.
"Kami berharap ada komitmen yang kuat dari semua pihak. Jika kolaborasi ini berjalan dengan baik, maka percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Sintang dapat segera terwujud," pungkasnya.
Pemkab Sintang mendorong perusahaan perkebunan berkontribusi melalui CSR untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan demi kepentingan masyarakat luas. (RN)
