![]() |
| Caption : Kegiatan Sosialisasi Penggunaan KKPD kepada seluruh OPD selaku pengguna anggaran serta bendahara. |
OKI, transkapuas.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,menjadi daerah dengan penerbitan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) terbanyak di Provinsi Sumatera Selatan. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 47 KKPD telah diterbitkan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab OKI dalam mendorong modernisasi tata kelola keuangan daerah berbasis digital.
Sebagai bentuk penguatan implementasi, Pemkab OKI menggelar sosialisasi penggunaan KKPD selama dua hari, pada 14–15 April 2026, bertempat di Aula Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKI.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah OKI, Asmar Wijaya, dan diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku pengguna anggaran serta bendahara sebagai administrator KKPD.
Dalam sambutannya, Sekda Asmar Wijaya menegaskan bahwa penerapan KKPD merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Ini sesuai arahan Bupati OKI, bahwa modernisasi sistem pembayaran dalam pelaksanaan APBD menjadi hal yang penting. Dengan KKPD, pengelolaan keuangan diharapkan lebih transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip good governance,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi para peserta terkait mekanisme penggunaan KKPD, mulai dari tata cara, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban.
Sementara itu, Kepala BPKAD OKI, Farlidena Burniat, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong percepatan digitalisasi keuangan daerah, termasuk melalui implementasi KKPD dan sistem SP2D online.
“Dalam empat bulan terakhir, pelaksanaan SP2D online telah mencapai 100 persen untuk seluruh transaksi, baik belanja pegawai seperti gaji dan TPP, maupun GU, TU, dan LS di seluruh OPD,” jelasnya.
Ia menambahkan, optimalisasi penggunaan KKPD diharapkan mampu menciptakan sistem keuangan daerah yang lebih tertib, transparan, dan terpercaya.
Dukungan juga datang dari pihak perbankan. Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung, Ruben Paradisa, mengungkapkan bahwa OKI menjadi daerah dengan jumlah penerbitan KKPD terbanyak di Sumsel.
“Total sudah 47 KKPD diterbitkan. Sosialisasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman ASN terhadap penggunaan KKPD sebagai alat pembayaran non-tunai dalam pelaksanaan anggaran,” katanya.
Dengan implementasi KKPD, Pemkab OKI optimistis transaksi keuangan daerah dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus mempercepat digitalisasi sistem keuangan di lingkungan pemerintah daerah.
( Mas Tris).
