![]() |
| Caption: Kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan kesadaran serta kualitas kesehatan masyarakat di Kelam Permai |
Sintang (Kalbar), transkapuas.com - UPTD Puskesmas Kebong terus memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan lokakarya mini lintas sektor yang digelar pada Rabu, 22 April 2026 di Objek Wisata Karunia Saung, Kecamatan Kelam Permai.
Kepala UPTD Puskesmas Kebong, Ns. Roy Martadi Nurmansyah, S.Tr.Kep., S.Sos., M.A.P menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat dengan menempatkan keluarga sebagai pusat utama dalam pembangunan kesehatan.
"Dalam implementasinya, kami menempatkan keluarga sebagai subjek aktif. Melalui kunjungan rumah, tenaga kesehatan melakukan pendataan, pemantauan, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, peran kader kesehatan dan Posyandu juga terus diperkuat sebagai penghubung antara tenaga medis dan masyarakat. Selain itu, edukasi berbasis keluarga seperti penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi seimbang, hingga pencegahan penyakit menular dan tidak menular menjadi fokus utama.
Menurut Roy, pemberdayaan keluarga juga mencakup kemampuan dalam melakukan deteksi dini terhadap masalah kesehatan, seperti pemantauan tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, serta pengelolaan penyakit kronis di tingkat rumah tangga.
Dalam lokakarya mini lintas sektor ini, UPTD Puskesmas Kebong turut melibatkan berbagai pihak guna memperkuat sinergi pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.
Pihak yang terlibat antara lain pemerintah desa, sektor pendidikan, PKK, kader masyarakat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
"Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyusunan rencana kerja bersama, identifikasi permasalahan kesehatan di wilayah, serta penetapan langkah-langkah strategis sebagai tindak lanjut," jelasnya.
Selain itu, integrasi lintas program internal Puskesmas seperti kesehatan ibu dan anak (KIA), gizi, imunisasi, pengendalian penyakit, serta promosi kesehatan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Roy menegaskan, lokakarya mini ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
"Targetnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, serta meningkatnya partisipasi dalam berbagai kegiatan seperti Posyandu, imunisasi, dan kesehatan lingkungan," katanya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan komitmen lintas sektor yang konkret, baik dalam bentuk kebijakan, dukungan sumber daya, maupun pelaksanaan program bersama.
Dari sisi hasil, UPTD Puskesmas Kebong menargetkan adanya perbaikan indikator kesehatan wilayah, seperti penurunan angka stunting, peningkatan cakupan imunisasi, serta pengendalian penyakit menular.
"Yang terpenting, seluruh pihak dapat menyepakati rencana tindak lanjut yang terukur dan berkelanjutan, sehingga program kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutupnya.
Dengan adanya lokakarya mini lintas sektor ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri di wilayah kerja Puskesmas Kebong.(RS)
