Notification

×

BPKAD OKI

BPKAD OKI

VT

VT

Transkapuas

Transkapuas

Bappeda Sintang Paparkan RKPD 2027 Fokus Infrastruktur dan Daya Saing

Kamis, 09 April 2026 | 14.59.00 WIB Last Updated 2026-04-09T07:59:50Z
Foto: Kurniawan, S. Sos., M. Si Kepala Bappeda Kabupaten Sintang


Sintang, (Kalbar), transkapuas.com - Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus memantapkan arah pembangunan daerah ke depan. Hal tersebut ditandai dengan penyampaian Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sintang Tahun 2027 oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kurniawan, S.Sos., M.Si, dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten yang berlangsung di Pendopo Bupati Sintang, Kamis, 9 April 2026.


Dalam paparannya yang komprehensif, Kurniawan menegaskan bahwa RKPD Tahun 2027 memiliki posisi strategis sebagai tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sintang Tahun 2025–2029.


Dokumen ini, lanjutnya, disusun secara sistematis dan partisipatif melalui berbagai tahapan, mulai dari penyusunan awal, konsultasi publik, forum perangkat daerah, hingga Musrenbang kecamatan dan kabupaten.


"RKPD bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan instrumen utama dalam mengarahkan pembangunan daerah agar lebih terukur, terarah, dan berkelanjutan," ujarnya di hadapan para peserta Musrenbang.Ia menjelaskan, tema pembangunan Kabupaten Sintang Tahun 2027 adalah "Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Berkualitas untuk Memperkuat Daya Saing Daerah yang Berkelanjutan." Tema ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi riil daerah, di mana infrastruktur masih menjadi faktor kunci dalam membuka akses, meningkatkan konektivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.


Kurniawan memaparkan, berdasarkan gambaran umum daerah, sejumlah indikator makro menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5 persen, namun masih dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dasar, angka kemiskinan yang relatif tinggi, serta kualitas sumber daya manusia yang perlu terus ditingkatkan.


"Indeks infrastruktur kita masih tergolong rendah, khususnya pada kondisi jalan mantap yang masih terbatas. Hal ini tentu berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa," jelasnya.


Lebih lanjut, ia menguraikan empat isu strategis utama pembangunan tahun 2027, yakni sektor infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), ekonomi, dan tata kelola pemerintahan. Keempat sektor tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi dalam meningkatkan daya saing daerah.


Pada sektor infrastruktur, pemerintah daerah akan memprioritaskan peningkatan dan pemeliharaan jalan serta jembatan, perluasan akses air bersih dan sanitasi, serta pengembangan kawasan permukiman yang layak huni. Upaya ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.


Di bidang sumber daya manusia, fokus diarahkan pada percepatan penurunan angka stunting melalui intervensi gizi dan layanan kesehatan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, serta penguatan perlindungan sosial. Selain itu, peningkatan kualitas tenaga kerja juga menjadi perhatian penting guna menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.


Sementara itu, pada sektor ekonomi, strategi pembangunan diarahkan pada peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi desa, serta pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan dan distribusi. Pemerintah juga mendorong pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Adapun pada aspek tata kelola pemerintahan, Kurniawan menekankan pentingnya peningkatan kualitas birokrasi melalui penguatan sistem pengawasan, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.


"Seluruh arah kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kurniawan juga mengungkapkan bahwa hasil Musrenbang kecamatan menunjukkan tingginya aspirasi masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dasar. Dari ribuan usulan yang masuk dari desa dan kelurahan, sebagian besar masih didominasi oleh kebutuhan pembangunan jalan, jembatan, air bersih, dan fasilitas dasar lainnya.


"Ini menjadi catatan penting bagi kita semua bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi prioritas utama masyarakat," katanya.


Selain itu, ia turut memaparkan target kinerja pembangunan tahun 2027, yang mencakup peningkatan indeks infrastruktur, indeks pembangunan manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, dunia usaha, serta masyarakat.


Kurniawan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan yang konstruktif demi penyempurnaan dokumen RKPD sebelum ditetapkan secara final.


"Kami berharap Musrenbang ini tidak hanya menjadi forum formalitas, tetapi benar-benar menjadi ruang dialog yang produktif untuk menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat," pungkasnya.


Dengan penyampaian rancangan RKPD ini, Pemerintah Kabupaten Sintang menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah secara terarah, inklusif, dan berkelanjutan, demi mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.(RS) 

×
Berita Terbaru Update