Notification

×

Tk

Tk

Hpn

Hpn

Hpn oki

Hpn oki

Kelangkaan BBM di Sintang, Bupati Sintang Tegur Pertamina

Jumat, 13 Februari 2026 | 16.08.00 WIB Last Updated 2026-02-13T09:08:25Z
Caption: Bupati Sintang Desak Pertamina Atasi Kelangkaan BBM yang Sempat Mengganggu Proses Ekonomi Masyarakat


Sintang (Kalbar), transkapuas.com – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, mengkritik Pertamina terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam empat hari terakhir di Kabupaten Sintang. Ia mendesak agar Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah ini.


Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional di Pendopo Bupati Sintang pada Jumat, 13 Februari 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh Rizky Firmansyah, Kepala Depot Pertamina Sintang, dan Bisma Abdillah dari Pertamina Patra Niaga.


Rizky Firmansyah menjelaskan bahwa stok Pertalite dan Pertamax di Depot Pertamina Sintang menipis. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kapal tugboat Pertamina yang hanya mampu menjangkau Sanggau karena pendangkalan sungai Kapuas akibat berkurangnya debit air.


"SPBU terpaksa mengambil BBM dari Pontianak menggunakan truk tangki. Kami sudah mengajukan pembangunan supply point di Sanggau, namun belum terealisasi. Jika supply point di Sanggau beroperasi, maka SPBU bisa mengambil BBM di sana, terutama saat musim kemarau," jelasnya.


Mendengar penjelasan tersebut, Bupati Sintang sangat menyesalkan belum adanya pembangunan supply point di Sanggau, padahal musim kemarau sering terjadi. "Dangkalnya sungai Kapuas bukan hal baru. Seharusnya pengajuan untuk supply point sudah dilakukan sejak lama. Saya minta Pertamina lebih berusaha keras untuk membangun supply point di Sanggau. Jika masalah ini sudah diketahui umum, langkah antisipasi seharusnya dipersiapkan jauh-jauh hari," tegas Bupati.


Bupati menambahkan bahwa kelangkaan BBM ini seharusnya tidak terulang, dan Pertamina perlu memiliki strategi untuk mengatasi berkurangnya hujan yang berdampak pada debit air Sungai Kapuas. "Musim seperti ini terjadi setiap tahun. Seharusnya, jika curah hujan berkurang, opsi tambahan untuk melancarkan distribusi BBM ke Sintang sudah disiapkan. Jangan sampai menunggu kemarau panjang baru bertindak," lanjutnya.


Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan adanya elemen masyarakat yang siap melakukan demonstrasi akibat kelangkaan ini, namun ia meminta untuk menahan diri terlebih dahulu.


"Saya ingin menjaga situasi tetap kondusif. Namun, saya juga tidak bisa menahan semua orang untuk tidak berdemo. Saya bertanggung jawab untuk menjaga reputasi Pertamina," katanya dengan tegas.


Bupati menyoroti panjangnya antrean masyarakat yang bisa mencapai 1-2 jam, yang menghambat proses ekonomi dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.


"Saya mohon Pertamina memberikan informasi terkait syarat yang dibutuhkan dari kami sebagai pemerintah. Kami siap untuk penuhi, asal distribusi BBM lancar," jelasnya.


Ia juga menekankan pentingnya peran supply point di Sanggau. "Saya siap membantu jika ada kebutuhan untuk membangun atau mengaktifkan supply point di Sanggau," tutup Bupati Sintang.


Publish: (RS)

×
Berita Terbaru Update