![]() |
| Fhoto: Suryanto anggota DPRD OKI asal Air Sugihan fraksi PKB. |
OKI, transkapuas.com — Desa Rengas Abang, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,dikenal sebagai kawasan perkebunan dan pertanian hortikultura yang produktif. Komoditas seperti kelapa sawit, cabai, terong, dan berbagai tanaman sayuran menjadi sumber utama penghasilan masyarakat.
Namun, aktivitas pertanian dan perkebunan tersebut terancam akibat pendangkalan parit primer Jalur 30 yang berfungsi sebagai saluran utama pembuangan air di wilayah tersebut.
Kepala Desa Rengas Abang, Agus Suseno, menegaskan bahwa kondisi parit primer sepanjang kurang lebih 9 kilometer itu mengalami sedimentasi dan penumpukan lumpur, sehingga kapasitas tampung air menurun drastis.
“Wilayah kami bukan hanya sawah, tapi juga perkebunan dan hortikultura. Kalau parit primer tidak normal, air meluap dan tanaman bisa rusak. Dampaknya langsung ke ekonomi masyarakat,” ujar Agus di kediaman nya. Senin (16/2/2026).
Menurutnya, sebagai daerah rawa pasang surut, sistem tata kelola air menjadi faktor penentu keberhasilan produksi pertanian dan perkebunan. Banjir yang terjadi awal tahun lalu menyebabkan sejumlah lahan tergenang dan mengganggu siklus tanam petani.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD OKI asal Air Sugihan dari Fraksi PKB, Suryanto, menyatakan siap mengawal usulan normalisasi agar masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur daerah.
“Normalisasi parit primer ini bukan hanya soal banjir, tapi juga menyangkut ketahanan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan dan hortikultura,” katanya.
Pemerintah Desa Rengas Abang berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan lapangan dan menyusun perencanaan teknis agar normalisasi parit primer Jalur 30 dapat direalisasikan sebelum musim penghujan berikutnya.
( Mas Tris)
