Notification

×

Transkapuas

Transkapuas

Balai Desa Sungai Lumpur Diduga Jadi Arena Sabung Ayam

Minggu, 25 Januari 2026 | 18.24.00 WIB Last Updated 2026-01-25T11:24:17Z
Caption : Arena Sabung di Balai desa Sungai Lumpur kec cengal, Jum'at( 23/1/2026).


OKI, transkapuas.com — Lembaga Swadaya Masyarakat Persatuan Masyarakat Anti Korupsi (LSM PERMAK) mengungkap dugaan praktik perjudian sabung ayam yang memanfaatkan Balai Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.


Temuan tersebut diperoleh setelah tim investigasi LSM PERMAK turun langsung ke lokasi guna menindaklanjuti rekaman video yang sebelumnya diterima pihaknya. Dalam dokumentasi visual itu, terlihat puluhan orang memadati balai desa dan diduga melakukan aktivitas taruhan sabung ayam secara terbuka.


Ketua LSM PERMAK, Herni, mengatakan bahwa hasil penelusuran lapangan memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan fungsi fasilitas desa yang seharusnya digunakan untuk pelayanan publik.


“Di lokasi kami menemukan bekas arena gelanggang serta jejak kerumunan massa yang mengindikasikan telah berlangsung aktivitas sabung ayam. Ini jelas menyimpang dari fungsi balai desa sebagai fasilitas negara,” ujar Herni di Kayuagung, Jumat (24/1/2026).


Dalam video yang beredar, tampak dua ekor ayam diadu hingga salah satunya tumbang, disaksikan kerumunan orang tanpa upaya penyamaran. Sejumlah kendaraan terlihat terparkir memenuhi halaman balai desa, sementara akses keluar-masuk bangunan berlangsung bebas.


Herni menilai, jika benar aktivitas tersebut berlangsung berulang, maka patut diduga adanya unsur pembiaran. Menurutnya, kegiatan ilegal yang memanfaatkan fasilitas pemerintah desa sulit terjadi tanpa adanya toleransi dari pihak tertentu.


“Ini bukan soal kecolongan satu atau dua kali. Jika berulang dan berlangsung terbuka, tentu ada persoalan serius yang harus diusut,” katanya.


Ia juga menegaskan bahwa penggunaan aset negara untuk aktivitas perjudian mencederai marwah pemerintahan desa dan membuka ruang dugaan keterlibatan oknum.


“Publik wajar mempertanyakan siapa yang memberi izin atau siapa yang memilih untuk tidak bertindak,” ujar Herni.


Pengakuan warga setempat turut memperkuat dugaan tersebut. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebut aktivitas sabung ayam di lokasi itu telah berlangsung cukup lama dan dilakukan hampir setiap hari.


“Sudah lama, hampir tiap hari ada. Kalau ramai, bisa sampai malam,” ungkapnya.


Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait peran pemerintah desa dan aparat penegak hukum setempat. Mengingat balai desa berada di bawah tanggung jawab kepala desa, warga menilai sulit jika aktivitas dengan keramaian besar tersebut luput dari perhatian.


“Itu balai desa, bukan tempat pribadi. Rasanya tidak masuk akal jika aparat atau pemerintah desa mengaku tidak mengetahui,” pungkas warga tersebut.


( Mas Tris)

×
Berita Terbaru Update