Notification

×

TK

TK

Wabup

Wabup

Sintang 1

Sintang 1

Dibidik Menjadi Menteri Pendidikan, Inilah Sosok Dr. Rosye Zaena

Jumat, 01 September 2023 | 16.27.00 WIB Last Updated 2023-09-01T09:27:56Z

 


BANDUNG, transkapuas.com -Sosok perempuan yang memiliki nama lengkap Dr. Rosye Rosaria Zaena, SE., M.Si, AK., CA., CPRM., CAVP dibidik menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada jajaran kabinet Koalisi Perubahan. Perempuan yang berprofesi sehari-hari sebagai dosen, konsultan akuntansi dan ketua umum koperasi Amanah Nusantara Waskita (ANUWAS) merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan memiliki banyak kedekatan dengan para ulama terutama kyai-kyai NU.


Beredar rumor, sosok wanita cerdas yang lahir dan tinggal di kota Bandung ini dibidik PKB untuk duduk dalam kursi kabinet Koalisi Perubahan jika Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada pemilu 2024 mendatang.


Menurut sumber dari https://bard.google.com/ - AI Bard Google, Dr. Rosye di anggap sosok yang paling tepat untuk duduk pada kabinet Koalisi Perubahan menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Hal ini di-aminkan oleh orang terdekat Dr. Rosye yang tak ingin disebut namanya. Dirinya mendapat informasi langsung dari para kyai-kyai yang dekat dengan petinggi-petinggi di PKB.


Selain aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan UMKM, sosok Dr. Rosye adalah sosok yang concern terhadap pendidikan. Dirinya menilai, saat ini diperlukan perubahan mendasar dalam sistem dunia pendidikan di Indonesia.


Penanaman nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan serta agama menjadi prioritas utama dalam membentuk karakter generasi muda dan ini harus masuk dalam kurikulum sekolah hingga perguruan tinggi.


Pembangunan perguruan tinggi negeri harus di lakukan di setiap kota/kabupaten agar anak-anak Indonesia dapat dengan mudah dan murah mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Dan tak kalah penting, pengembangan kompetensi dan skill mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT) harus berkesinambungan.


Mendapati dirinya menjadi bidikan tak membuat Dr. Rosye mengesampingkan kebiasaannya untuk terus blusukan (silaturahmi : red) karena baginya menjaga silaturahmi dengan masyarakat sangat penting untuk menyerap dan menampung aspirasi masyarakat secara langsung. Didukung pula oleh para tokoh masyarakat dan agama terutama para kyai-kyai di lingkungan NU, Dr. Rosye kian memantapkan diri untuk terus berkiprah dalam dunia politik.


(Hans/Heri/Azis)

×
Berita Terbaru Update