Notification

×

Imlek

Imlek

1

1

Imlek

Imlek

Hpn

Hpn

Hpn oki

Hpn oki

Sang “Pembersih” Timboan Terdepak dari Kursi Kadis PUPR OKI

Rabu, 04 Maret 2026 | 08.16.00 WIB Last Updated 2026-03-04T01:16:22Z
Caption : sejumlah pejabat yang dilantik oleh bupati OKI H Muchendi.Selasa (3/3/2026).


OKI, transkapuas.com — Fenomena ledakan timboan berisi eceng gondok yang akhir akhir ini menutup aliran Sungai Babatan dan Sungai Komering beriringan dengan rotasi pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.


Ir. Man Winardi, MTp, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) OKI, resmi bergeser menjadi Asisten II Pemkab OKI dalam pelantikan pejabat eselon II dan III, Selasa (3/3/2026).


Posisi Kadis PUPR kini diisi oleh Ir. H. Madani.


Memang ,secara administratif, mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun momentum pergeseran ini terjadi ketika sorotan publik terhadap penanganan timboan yang berisi eceng gondok di Ogan Komering Ilir sedang menguat.


Krisis yang Berulang.


Sejak akhir 2025, pertumbuhan eceng gondok di Sungai Komering dan Sungai Babatan meningkat signifikan. Di sejumlah titik, hamparan gulma air menutup hampir seluruh permukaan sungai, memperlambat arus, menghambat transportasi air, serta berdampak pada aktivitas nelayan dan pembudidaya ikan keramba.


“Setiap tahun ada anggaran pembersihan, tapi sifat pembersihannya sementara. Beberapa minggu kemudian tumbuh lagi,” ujar Cakok, warga Pedamaran.


Secara ekologis, eceng gondok berkembang pesat di perairan kaya nutrien dengan arus lambat. Tanpa pengendalian limbah di hulu serta penataan drainase dan sedimentasi, pembersihan manual kerap dinilai hanya menjadi solusi jangka pendek.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang menyatakan rotasi jabatan tersebut berkaitan langsung dengan persoalan eceng gondok. Pemerintah menyebut mutasi sebagai bagian dari penyegaran dan evaluasi internal birokrasi.


Bupati Tegaskan Bukan Balas Budi Politik.


Dalam sambutannya, Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa momentum pelantikan ini bukan bentuk balas budi kepada tim sukses maupun kelompok tertentu. Ia menyatakan penempatan pejabat dilakukan berdasarkan pertimbangan profesional, evaluasi kinerja, dan kebutuhan organisasi.


“Tidak ada balas budi, tidak ada politik patronase. Saya tidak mengenal saudara satu per satu secara personal. Penempatan ini berdasarkan kinerja,” tegasnya di Ruang Bende Seguguk, Kantor Pemkab OKI saat melantik 115 pejabat.


Pernyataan tersebut sekaligus menjawab spekulasi publik yang berkembang di tengah dinamika politik daerah.


Tantangan bagi Kadis Baru


Sebagai Kadis PUPR yang baru, Ir. H. Madani menghadapi ekspektasi tinggi. Tantangannya bukan hanya memastikan pembersihan fisik sungai berjalan efektif, tetapi juga mendorong pendekatan terpadu lintas sektor—mulai dari pengendalian limbah, normalisasi alur sungai, hingga inovasi pemanfaatan eceng gondok bernilai ekonomi.


Bagi warga bantaran Sungai Babatan dan Sungai Komering, yang dinantikan bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan perubahan sistem. Ledakan eceng gondok telah menjadi alarm berulang tentang pentingnya tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.


Rotasi jabatan telah dilakukan. Kini publik menunggu langkah konkret: apakah ini menjadi awal pembenahan menyeluruh, atau sekadar pergeseran kursi di tengah persoalan yang sama.


( Mas Tris)

×
Berita Terbaru Update