Notification

×

Harapan Kades Penjernang Hulu Saat Gawai Dayak

Jumat, 30 Juni 2023 | 16.28.00 WIB Last Updated 2023-07-02T09:29:50Z

 


Sintang,transkapuas.com - Masyarakat adat Dayak Desa Penjernang Hulu Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang Kalimantan Barat melaksanakan acara gawai Dayak dan sekaligus syukuran kepala desa menjabat 3 periode, pada Kamis (29/6/2023).


Gawai Dayak yang diselenggarakan setiap tahun ini merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala usaha dan pekerjaan, baik itu usaha pertanian maupun usaha lainnya.


Boniyanto Kepala desa Penjernang Hulu mengatakan tujuan gawai adalah melestarikan adat dan budaya dan khususnya masyarakat adat Dayak, kemudian merupakan ucapan syukur kepada Tuhan yang maha esa atas segala usaha.


"Ya dalam  setahun kita mungkin menjalankan segala pekerjaan, baik suka dan duka, jadi tentunya Kita wajib bersyukur kepada Tuhan, maka inilah momen kita dengan melaksanakan gawai ini, ucapnya.


Ia juga mengatakan "sebenarnya ucapan syukur dalam kesempatan ini juga adalah bentuk rasa gembira, sehingga gawai ini bisa menjadi pemersatu antar sesama, Juga berharap dengan momen gawai, masyarakat saling berbagi dan silahturahmi antar sesama, karena pada dasarnya masyarakat Dayak tetap identik dengan gawai, ucapnya.


Boniyanto juga mengatakan bahwa selain pelaksanaan gawai Dayak, ia juga merayakan rasa syukur telah terpilih kembali menjadi kepala desa Penjernang Hulu kecamatan sungai Tebelian ke-3 periode berturut-turut.


"Saya terpilih kembali menjadi kepala desa dan periode terakhir ini, tentu memang sudah banyak yang kita buat, karena saya menjadi kepala desa di Penjernang hulu dari desa yang statusnya sangat tertinggal, yang infrastrukturnya memang belum ada semua pada waktu itu, sehingga sekarang sudah menjadi Desa berkembang yang infrastruktur dasarnya sudah tercapai dan terealisasi semua, semoga di periode ketiga ini saya sudah berjalan 6 bulan tentunya saya akan jalankan tugas ini akan lebih di tingkatkan, mana yang perlu saya tingkatkan, mana yang belum kita peroleh dan kita dapatkan untuk masyarakat penjernang hulu, terang Boniyanto.


Boni sapaan akrabnya juga mengatakan menjadi kepala desa adalah tugas sosial.

 

"Kalau saya berbicara pribadi mungkin saya tidak perlu menjadi kepala desa, karena memang menjadi kepala desa ini adalah satu jabatan pengabdian kepada masyarakat, jabatan hanyalah sebuah kepercayaan untuk membimbing dan mengarahkan Tampa ada perbedaan antara masyarakat dan pemerintah, ujarnya.


"Program-program yang belum ada kita akan sinergi ya, kita akan sinergikan dengan semuanya di desa, ada beberapa sumber anggaran, pertama mungkin dari dana desa yang kedua add dan yang ketiga biasanya ada stimulan yang diberikan mungkin dari pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi, tentu ini kita akan sinergikan, kita akan perjuangkan bersama-sama dengan menjalin hubungan kepada pemegang-pemegang kebijakan di kabupaten maupun di provinsi, paparnya .


Ia juga menyebutkan kalau segala sesuatu yang hadir dan datang ke desa tidak bisa datang sendiri tanpa diperjuangkan, tanpa sinergi, tanpa dukungan daripada sosial masyarakat itu sendiri, tutupnya. (nus).


Reporter : K. Robenson.

×
Berita Terbaru Update