Kontribusi Milenial Dalam Mengisi Moment Sumpah Pemuda


Tahun ini semua tatanan hidup memang berubah ya. Tapi kIta harus cepat beradaptasi untuk bertahan melewati ini semua. Berjuang bersama untuk memperbaiki keadaan saat ini biar pandemic ini segera berakhir. Walaupun sudah ada angin segar pengadaan vaksin akan hadir akhir tahun ini, tapi vaksin bukan obat gaes. Vaksin hanya untuk pencegahan dan itupun belum bisa disuntikan ke semua orang di negara ini karena ada tahapan prioritas. Jadi kita harus tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan dan nurut dengan himbauan pemerintah.

Banyak acara dan peringatan-peringatan yang ter-skip tahun ini bahkan peringatan kemerdekaan kemaren berjalan dengan situasi yang berbeda. Baru-baru ini kita memperingati hari sumpah pemuda yang ke-92. Biasanya sumpah pemuda diperingati dengan cara mengikuti upacara di sekolah, pemerintah, atau instasi lainnya. Tapi selain itu, ada banyak loh kegiatan yang bisa dilakukan, terutama bagi kita kaum milenial yang mempunyai peranan penting sebagai penerus bangsa. 

Baru-baru ini sedang ramai dibicarakan media tentang statment seorang petinggi partai politik yang mempertanyakan sumbangsih dan kontribusi milenail terhadap pembangunan di Indonedia. Banyak kontribusi kecil kita sebagai generasi milenial yang jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama yang akan bisa membuat sebuah perubahan besar. Beberapa diataranya hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk mengisi semangat sumpah pemuda yang baru-baru ini kita peringati, 

1. Kompromi & Toleransi

Saling menghargai atau toleransi jelas menjadi salah satu poin bangsa ini bisa bersatu. Jadi, hal termudah yang bisa kita lakukan untuk memaknai Sumpah Pemuda adalah dengan menghilangkan sifat egois atau selalu merasa paling benar. 

Kita harus menyadari bahwa Indonesia berdiri dengan ragam suku, budaya, dan agama yang seharusnya bisa membuat kita lebih terbuka untuk membangun bangsa bersama-sama. Jangan kemudian menarik diri jika ada perbedaan yang terjadi di sekitar kita. Kita tumbuh di lingkungan yang beragam, jadi menghargai keberagaman seharusnya sudah tertanam baik sejak dini. Kompromi dan terbuka dengan pemikiran orang lain juga yang nggak harus sama dengan kita untuk meminimalisir perdebatan. 

Kompromi dan toleransi mungkin terkesan sederhana, tapi kalau anak muda semua paham konsep kompromi dan toleransi ini sepertinya Indonesia damai bukan hanya cita-cita.

2. Semangat Gotong Royong

Nilai sosial yang bisa diambil dari Hari Sumpah Pemuda salah satunya adalah kerja bakti atau gotong royong. Yap, kegiatan yang satu ini pasti udah sering kita dengar. Memang sederhana, tapi hal ini lah yang dulu bisa memperkuat persatuan para pemuda. 

Kita bisa gotong royong melakukan hal yang positif bersama teman-teman kita. Bisa dimulai dari hal terkecil dulu misalnya, kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah atau ikut kegiatan relawan membantu korban bencana. Gotong royong menjadi relawan dalam penanganan Covid-19 juga bagian dari kontribusi yang dibutuhkan dalam kondisi seperti ini.

3. Berperilaku Hidup Sehat

Generasi muda yang sehat adalah aset bangsa dalam pembangunan. Agar tercipta generasi yang sehat, mereka harus selalu berperilaku hidup sehat dengan cara menjaga kebersihan diri, makan makanan yang sehat dan rajin berolah raga, sehingga terjaga kesehatannya.

Di masa Pandemi Covid-19 ini, kita harus selalu melakukan protokol kesehatan dengan baik, sehingga terhindar dari tertularnya  virus ini, bahkan kita harus menjadi pelopor dan penggerak bagi masyarakat untuk selalu berperilaku hidup sehat. Gunakan kekuatan sosial media untuk mengedukasi dan promosi kesehatan agar teman-teman sosial media kita lebih aware dengan kesehatan terutama saat masa pandemi ini.


4. Membuat Gerakan Perubahan
Generasi muda bisa melakukan kampanye kepada masyarakat untuk membuat perubahan seperti misalnya membuat gerakan anti sampah plastik, atau gerakan mencintai lingkungan atau gerakan mengajak hidup sehat seperti yang dilakukan  Oleh seorang motifator besar, bapak Kafi Kurnia. Beliau adalah pemerkasa sebuah platform digital yang diberi nama “SEMBUTOPIA". Sebuah ide sederhana untuk memotivasi dan menginspirasi Indonesia agar kita bersama-sama menciptakan sebuah lingkungan yang lebih sehat dan terbebaskan dari semua penyakit dan konflik baik secara kejiwaan dan keragaan. Jadi concern Sembutopia ini memang untuk menyembuhkan Indonesia dari segala macam penyakit baik itu penyakit jiwa atau raga. boleh dicek di akun instagram mereka @sembutopia.

Dengan mengajak serta komunitas dan blogger, sembutopia ingin mengkampayekan hidup sehat pada masyarakat Indonesia terutama pada mas apandemi ini. Karena ternyata masyarakat kita masih rendah kesadaran tentang kesehantannya. Nggak akan periksa ke dokter kalau belum sakit, yee kann. Padahal sejatinya, mencegah lebih baik daripada mengobati, kayak tagline iklan produk kesehatan itu loh. Bukan tanpa arti, tagline itu emang bener apa adanya gaes.

Di Indonesia sendiri dari 230 juta populasi penduduk, 81 juta diantaranya merupakan kalangan umur 17-37 tahun, pada usia produktif tersebut membuktikan bahwa generasi milenial yang telah memasuki kehidupan digital tidak heran saat ini hampir 50% masyarakat Indonesia terhubung dengan internet. Jadi media sosial sangat bisa membantu kita untuk melakukan sebuh peruubahan.

Kontribusi kecil di atas yang disebutkan jika kita lakukan secara konsisten dan bersama sama pasti akan membawa perubahan besar. Yuk bikin perubahan
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama