Notification

×

Transkapuas

Transkapuas

Oki 3

Oki 3

Oki 2

Oki 2

Oki 1

Oki 1

BPKAD

BPKAD

Kelangkaan Gas 3 Kg, Yodi Minta Pemerintah Tangani Serius

Jumat, 09 Januari 2026 | 18.08.00 WIB Last Updated 2026-01-09T11:22:09Z
Foto: Yodi Setiawan
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau


Sekadau, transkapuas.com - Kelangkaan Elpiji subsidi 3 kg masih terjadi di kabupaten Sekadau meski libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah usai.


Kelangkaan gas elpiji 3 kg ini sangat dirasakan oleh masyarakat di pedalaman, terutama masyarakat desa Sunsong kecamatan Sekadau Hulu kabupaten Sekadau semenjak awal Natal 2025 sampai sekarang (Januari 2026).


Mereka mengeluhkan kelangkaan gas Elpiji 3 Kg dibeberapa wilayah di Sekadau Hulu khususnya desa Sunsong dan kalaupun ada harganya mencapai 55 ribu rupiah bahkan lebih. 


"Kalau ada, berapapun harganya tetap kami beli, ini sudahlah barang ndak ada, harga aja sekarang melonjak mencapai di angka 55 ribu per tabung gas 3 kg, bahkan lebih dari harga itu," ucap salah satu warga Sunsong kepada media ini. 


Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD kabupaten Sekadau, Yodi Setiawan meminta pemerintah agar segera melakukan langkah serius untuk mengatasi masalah ini.


"Kami minta pemerintah melakukan langkah serius terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg ini," ucap Yodi kepada media transkapuas.com,  Jumat, 9 Januari 2026.


Yodi juga mendesak pemerintah agar memanggil Pertamina cabang Sintang yang bertanggung jawab atas distribusi Elpiji melon 3 kg kepada pangkalan di Sekadau. 


"Panggil Pertamina cabang Sintang, karena mereka membawahi distribusi Elpiji 3 Kg di Sekadau. Panggil juga pemilik-pemilik pangkalan di Sekadau," kata Yodi. 


Yodi juga menyoroti izin-izin pangkalan di Sekadau agar di evaluasi bila terbukti melakukan pelanggaran dalam pendistribusian Elpiji kepada masyarakat.


"Pemkab harus segera bertindak. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memonopoli dan mengambil keuntungan dari penjualan gas Elpiji tersebut," tegas Yodi. (Sy) 

×
Berita Terbaru Update