Notification

×

Himbauan Waspada Asap

Tekan Karhutla, Mabes TNI Dorong OKI Perkuat Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor

Kamis, 03 September 2026 | 13.24.00 WIB Last Updated 2026-09-03T06:24:40Z
Caption : Bupati OKI H.Muchendi Mahzareki bersama satgas penyuluhan Karhutla mabes TNI Brigjen TNI Bayu Sudarmanto SE , M Han dan dan jajaran nya serta Dandim OKI / OI letkol Gunawan Wibisono.


OKI, transkapuascom – Satuan Tugas (Satgas) Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mendorong Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat guna mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas.


Upaya pencegahan dinilai membutuhkan sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, dan masyarakat.


Dorongan tersebut disampaikan Ketua Tim Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Bayu Sudarmanto, S.E., M.Han., dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten OKI di Kantor Bupati OKI, Rabu (2/9/2026).


Audiensi tersebut dihadiri Bupati OKI Muchendi Mahzareki, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta instansi terkait.


Bayu menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman setelah api muncul. Pencegahan harus diperkuat melalui deteksi dini, temu cepat, koordinasi lintas instansi, serta peningkatan kapasitas masyarakat.


“Kita perlu memperkuat langkah pencegahan dengan membangun koordinasi dan kerja sama yang baik antarinstansi. Terhadap oknum yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan tentunya harus diberikan sanksi yang tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Bayu.


Selain penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui pelatihan, Satgas Mabes TNI juga mendorong pembangunan sumur bor dan kanalisasi di wilayah rawan karhutla, khususnya kawasan yang memiliki keterbatasan sumber air.


Jalur akses alternatif juga dinilai penting untuk mempercepat mobilisasi personel dan peralatan menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.


Bayu turut menekankan pentingnya kesiapan logistik serta evaluasi dan analisis (anev) secara berkala untuk memastikan personel, peralatan, dan strategi penanganan karhutla selalu dalam kondisi siap.


*Perusahaan Diminta Tak Hanya Jaga Konsesi*


Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan pencegahan karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Seluruh unsur, termasuk perusahaan dan masyarakat, harus mengambil peran.


Menurut Muchendi, perusahaan yang beroperasi di wilayah OKI telah didorong membentuk Regu Pemadam Kebakaran (RPK), Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang dibina perusahaan.


Perusahaan juga diminta memastikan kesiapan peralatan, perlengkapan, serta personel dalam menghadapi potensi karhutla.


“Perusahaan jangan hanya menjaga wilayah konsesinya, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitar konsesi. Penanggulangan karhutla tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri,” ujar Muchendi.


Pemkab OKI, lanjutnya, juga mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), antara lain berupa bantuan peralatan, pembangunan sumur bor, dan sodetan sungai untuk membantu mengalirkan air ke kawasan rawa gambut.


 “Dukungan BNPB sangat membantu kami, baik berupa peralatan maupun pembangunan sumur bor dan sodetan sungai untuk mengairi rawa gambut,” katanya.


*Kodal Ops Diperkuat*


Sebagai tindak lanjut rekomendasi Mabes TNI, Pemkab OKI akan memperkuat sistem komando dan pengendalian operasi (Kodal Ops) penanggulangan karhutla.


Menurut Muchendi, Kodal Ops penting untuk memperjelas jalur komunikasi, koordinasi, dan komando sehingga setiap potensi maupun kejadian karhutla dapat segera direspons secara terpadu.


Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, perusahaan, hingga masyarakat.


“Dengan adanya Kodal Ops yang jelas, koordinasi di lapangan dapat berjalan lebih efektif, sehingga setiap kejadian karhutla dapat segera direspons dan ditangani secara cepat,” ujar Gunawan.


Ia menambahkan, informasi mengenai titik kebakaran harus dapat diteruskan secara cepat kepada unsur yang memiliki kemampuan dan kewenangan untuk melakukan penanganan. Dengan begitu, pengerahan personel, peralatan, dan dukungan logistik dapat dilakukan sesuai kebutuhan.


Penguatan deteksi dini, temu cepat, kapasitas masyarakat, kesiapan perusahaan, infrastruktur sumber air, dukungan logistik, dan sistem komando menjadi langkah penting untuk mempercepat respons sekaligus mencegah karhutla meluas di wilayah OKI.


( Mas Tris)

×
Berita Terbaru Update