Notification

×

Himbauan Waspada Asap

Baru Tiga Hari Terima Bantuan Beras, Warga Jua-Jua Kecewa Bantuan Ditarik Kembali

Kamis, 03 September 2026 | 13.27.00 WIB Last Updated 2026-09-03T06:27:39Z
Caption: Kantor Lurah Jua Jua kecamatan Kota Kayuagung OKI.


OKI, transkapuas.com — Seorang warga Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), berinisial XY, mengaku kecewa setelah bantuan beras yang sempat diterimanya selama tiga hari kemudian ditarik kembali.


XY yang diketahui telah lanjut usia (lansia) mempertanyakan alasan penarikan bantuan tersebut. Ia mengaku sebelumnya tidak mengetahui secara jelas mengenai perubahan statusnya sebagai penerima bantuan.


“Saya kecewa. Baru tiga hari menerima bantuan beras, kemudian ditarik lagi. Katanya karena desil,” ujar XY saat ditemui, Kamis (3/9/2026).


Menurut XY, dirinya berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai statusnya sebagai penerima bantuan, termasuk dasar penetapan dan perubahan data tersebut.


Ia juga mengaku belum memahami secara rinci mengenai istilah desil serta mekanisme penentuan warga yang masuk atau tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.


“Saya hanya berharap ada kejelasan. Kalau memang tidak memenuhi syarat, tolong dijelaskan berdasarkan data apa. Kalau memang masih berhak, jangan bantuan yang sudah diberikan kemudian ditarik lagi,” katanya.


*Lurah: Hasil Pengecekan, XY Masuk Desil 5*


Sementara itu, Lurah Jua-Jua, Yuliana Marheni, memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.


Yuliana mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan terhadap data penerima bantuan, XY tercatat berada pada desil 5.


Menurutnya, data yang menjadi dasar penyaluran bantuan tersebut menetapkan penerima pada kategori desil 1 hingga desil 4.


“Setelah kami cek, ternyata warga XY itu desil 5. Di sisi lain, yang berhak mendapatkan bantuan itu desil satu sampai empat,” ujar Yuliana.


Ia menjelaskan, bantuan yang sebelumnya diterima XY terjadi karena adanya kekeliruan dalam proses pengecekan atau penyaluran.


“Sedangkan Pak XY itu masuk desil 5. Jika kami memberikan, itu artinya keteledoran kami. Kalau bantuan tidak ditarik, berarti kami yang salah,” kata Yuliana.


*Pentingnya Kejelasan Data Penerima*


Persoalan tersebut menunjukkan pentingnya ketelitian dalam proses verifikasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat.


Di satu sisi, pemerintah perlu memastikan bantuan disalurkan kepada warga yang memenuhi kriteria berdasarkan data yang berlaku. Namun, di sisi lain, warga yang mengalami perubahan status penerima juga perlu memperoleh penjelasan mengenai dasar perubahan tersebut.


Terlebih, XY merupakan warga lanjut usia yang mengaku membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Karena itu, transparansi mengenai mekanisme penetapan desil, proses pemutakhiran data, serta prosedur bagi masyarakat yang merasa tidak sesuai dengan hasil pendataan menjadi penting untuk menghindari kesalahpahaman.


Dengan penjelasan yang terbuka dan data yang akurat, diharapkan proses penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai hak dan status mereka sebagai penerima bantuan.


(Mas Tris)

×
Berita Terbaru Update