Notification

×

Gawai Sekadau

Gawai Sekadau

BPKAD OKI

BPKAD OKI

Alexander Bastomi Menakhodai KAHMI OKI, Siap Kawal Pembangunan dengan Gagasan Intelektual

Senin, 27 Juli 2026 | 06.18.00 WIB Last Updated 2026-07-26T23:18:50Z
Caption : Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Selatan H.Joncik Muhammad saat melantik MD KAHMI OKI periode 2026 - 2031.


OKI, transkapuas.com — Alexander Bastomi resmi menakhodai Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) periode 2026–2031. Di bawah kepemimpinannya, KAHMI OKI menegaskan komitmen untuk memperkuat peran intelektual dalam mengawal pembangunan daerah melalui gagasan, kajian, serta rekomendasi kebijakan berbasis data.


Komitmen tersebut disampaikan Alexander Bastomi usai dilantik sebagai Ketua Umum MD KAHMI OKI pada acara pelantikan pengurus periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Sabtu (25/7).


Dalam pidatonya, Alexander menegaskan KAHMI tidak boleh hanya menjadi wadah silaturahmi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), tetapi harus berkembang menjadi komunitas intelektual yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.


"KAHMI harus menjadi komunitas epistemik, yaitu jaringan intelektual yang menghasilkan gagasan berbasis ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan persoalan daerah," ujarnya.


Sebagai bentuk konkret kontribusi, KAHMI OKI berkomitmen berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan pembangunan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Menurut Alexander, alumni HMI yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan disiplin ilmu memiliki potensi besar untuk memperkaya perspektif dalam penyusunan kebijakan publik.


"Kami ingin ikut berada di ruang-ruang perencanaan. Potensi intelektual yang dimiliki alumni HMI harus diterjemahkan menjadi rekomendasi yang memberi manfaat bagi pembangunan Kabupaten OKI," katanya.


Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyambut baik komitmen tersebut. Menurutnya, KAHMI memiliki modal intelektual yang kuat untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan sekaligus menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.


"Kami berharap KAHMI dapat berpartisipasi dalam Musrenbang dan menyampaikan ide-ide konstruktif. Dengan latar belakang keilmuan dan profesi yang beragam, kami yakin KAHMI mampu memberikan masukan yang bernilai bagi pembangunan daerah," ujar Muchendi.


Ia menambahkan, pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, KAHMI diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan intelektual, dialog yang objektif, serta solusi yang konstruktif.


"Kami siap bersinergi. Kontribusi pemikiran dari kader dan alumni HMI sangat dibutuhkan untuk membantu menjelaskan berbagai dinamika pembangunan daerah maupun isu nasional kepada masyarakat. KAHMI juga diharapkan menjadi penyejuk yang membuka ruang dialog dan menghadirkan solusi," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Selatan, H. Joncik Muhammad, mengingatkan pentingnya menjaga relevansi peran KAHMI di tengah perubahan zaman dengan terus menghadirkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan intelektualitas dalam kehidupan publik.


"KAHMI harus menjadi kekuatan intelektual yang memberi manfaat. Ketika terjadi polarisasi, KAHMI menjadi penyejuk. Ketika ada perbedaan, menjadi jembatan. Dan ketika menghadapi kebuntuan, menghadirkan solusi," tegas Joncik.


Pelantikan kepengurusan MD KAHMI OKI periode 2026–2031 menjadi momentum mempertegas peran KAHMI sebagai organisasi intelektual yang tidak hanya mempererat jejaring alumni, tetapi juga aktif mengawal pembangunan daerah melalui kajian ilmiah, rekomendasi kebijakan, kritik yang konstruktif, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Ogan Komering Ilir yang lebih maju dan berkelanjutan.


(Mas Tris).

×
Berita Terbaru Update