![]() |
| Caption ; Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto SH SIK MH bersama camat Lempuing Jamhari Ilyas menemui warga desa Tebing Sulu kec Lempuing . |
OKI, transkapuas.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Kepolisian Resor (Polres) OKI mendatangi Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Rabu (24/6), pasca insiden yang terjadi di area PT Buluh Cawang Plantation, Desa Dabuk Rejo.
Kehadiran pemerintah dan aparat kepolisian tersebut bertujuan membuka ruang dialog dengan masyarakat guna meredam situasi sekaligus mencari solusi atas persoalan yang terjadi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Pertemuan yang berlangsung di Masjid Nurul Yaqin itu dihadiri Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., Camat Lempuing Jamhari Ilyas, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga. Selama lebih dari satu jam, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, tuntutan, dan keluhan yang selama ini mereka rasakan.
Dalam dialog tersebut, perwakilan masyarakat, Mat Arif, Aprikal, dan Deni meminta pihak perusahaan bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban serta memberikan santunan kepada keluarga yang terdampak akibat insiden tersebut.
Selain itu, warga juga menyoroti minimnya kesempatan kerja bagi masyarakat lokal di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah mereka. Mereka berharap perusahaan dapat memberikan prioritas kepada putra-putri daerah dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan kepolisian merupakan bentuk komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul.
"Kami hadir di Desa Tebing Suluh untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan bahwa setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku," ujar Eko.
Ia mengatakan tidak ada pihak yang menginginkan insiden tersebut terjadi hingga menimbulkan korban. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta mengedepankan komunikasi, menjaga ketenangan, serta menahan diri agar situasi tetap kondusif.
"Tidak ada pihak yang menginginkan peristiwa ini terjadi. Yang menjadi fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan maksimal, proses hukum berlangsung transparan, dan situasi tetap kondusif," tegasnya.
Kapolres juga memastikan para korban telah mendapatkan penanganan medis dan akan terus memperoleh pendampingan hingga proses pemulihan selesai. Sementara terkait perkembangan penanganan perkara, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan agar informasi dapat tersampaikan kepada masyarakat secara terbuka.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah dan kepolisian turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Aparat menegaskan bahwa setiap bentuk tindakan melawan hukum, termasuk perusakan maupun pembakaran yang mengakibatkan korban jiwa, tidak dapat dibenarkan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Camat Lempuing Jamhari Ilyas menyatakan pemerintah kecamatan akan terus memfasilitasi komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum guna mendorong penyelesaian masalah secara damai dan berkeadilan.
"Pemerintah hadir untuk mendengarkan dan menjembatani komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum. Semua aspirasi yang disampaikan warga akan kami catat dan tindak lanjuti melalui mekanisme yang ada," kata Jamhari.
Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta mengedepankan musyawarah demi menjaga stabilitas dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama. Warga yang hadir kemudian membubarkan diri secara tertib dalam suasana yang kondusif.
(Mas Tris)
