Notification

×

BPKAD OKI

BPKAD OKI

Bupati Sintang Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya dalam Gawai Dayak

Selasa, 16 Juni 2026 | 06.52.00 WIB Last Updated 2026-06-15T23:52:02Z
Caption: Dengan pemukulan gong, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala secara resmi membuka Gawai Dayak Nasrani I Paroki Santo Mikhael Tanjung Baung dan Gawai Dayak V Desa Teluk Kelansam


Sintang (Kalbar), transkapuas.com – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, secara resmi membuka pelaksanaan Gawai Dayak Nasrani I Paroki Santo Mikhael Tanjung Baung dan Gawai Dayak V Desa Teluk Kelansam dengan melakukan pemukulan gong di Lapangan Sepak Bola Teluk Kelansam, Senin (15/6/2026).


Kegiatan pembukaan diawali dengan Perayaan Misa Syukur yang berlangsung khidmat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berbagai berkat yang telah diterima masyarakat.


Acara tersebut dihadiri oleh Pastor Paroki Santo Mikhael Tanjung Baung RD. Marselus Agnesius, Kepala Desa Teluk Kelansam Indra, Ketua TP PKK Kabupaten Sintang Ny. Hermina Bala, tokoh masyarakat Welbertus, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), panitia pelaksana, serta ratusan umat dan masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengaku senang dapat hadir dan berkumpul bersama masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur.


Menurut Gregorius, Gawai Dayak Nasrani yang dilaksanakan oleh Paroki Santo Mikhael Tanjung Baung memiliki keistimewaan tersendiri karena paroki tersebut melayani umat Katolik yang tersebar di enam kecamatan.


"Saya sangat senang bisa hadir pada gawai ini. Terima kasih kepada Pastor dan seluruh umat yang telah memprakarsai kegiatan ini. Jika niatnya baik, maka teruskanlah pada tahun-tahun mendatang. Gawai ini menjadi sarana untuk mempererat dan mengukuhkan kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar,” ujarnya.


Bupati Sintang menilai pelaksanaan gawai juga sejalan dengan tema yang diangkat tahun ini, yaitu ‘Berjalan Bersama Merawat Iman dan Keutuhan Ciptaan’. Menurutnya, tema tersebut mengandung pesan penting agar masyarakat tidak hanya memperkuat iman dan persaudaraan, tetapi juga semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.


Ia menjelaskan bahwa gawai merupakan tradisi yang sarat makna sebagai wujud syukur atas kesehatan, keselamatan, rezeki, serta berbagai keberhasilan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.


“Gawai adalah ungkapan rasa syukur atas berkat dan kesehatan yang Tuhan berikan kepada kita. Namun saya ingin mengingatkan, bersyukur dan berpesta juga harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Jangan sampai memaksakan diri hanya demi sebuah perayaan,” pesannya.


Pada kesempatan tersebut, Gregorius Herkulanus Bala juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap menjaga dan melestarikan budaya serta adat istiadat Dayak di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.


“Saya bangga melihat semangat masyarakat dalam menjaga budaya dan adat istiadat. Siapa lagi yang akan melestarikannya kalau bukan kita sendiri. Budaya dan tradisi merupakan identitas serta warisan leluhur yang harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda,” katanya.


Melalui pelaksanaan Gawai Dayak Nasrani I Paroki Santo Mikhael Tanjung Baung dan Gawai Dayak V Desa Teluk Kelansam ini, diharapkan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong semakin kuat. Selain menjadi ajang perayaan budaya dan hiburan masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkokoh iman, menjaga persatuan, serta melestarikan budaya Dayak sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang di Kabupaten Sintang.(RS)

×
Berita Terbaru Update