Notification

×

BPKAD OKI

BPKAD OKI

VT

VT

Transkapuas

Transkapuas

Transformasi Digital Desa Antar OKI Raih Juara TP2DD Award 2026

Kamis, 09 April 2026 | 09.18.00 WIB Last Updated 2026-04-09T02:18:43Z
Caption : Para Pemenang Lomba Karya Tulis TP2DD champion 2026 tingkat Provinsi Sumatera Selatan.


OKI, transkapuas.com -- Ditengah bentangan desa-desa yang dulu akrab dengan keterbatasan sinyal dan akses informasi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,kini menapaki babak baru: era digital yang merata hingga pelosok. Upaya itu berbuah manis. OKI sukses menyabet juara pertama dalam Lomba Karya Tulis TP2DD Championship 2026 tingkat Provinsi Sumatera Selatan.


Penghargaan yang digelar oleh Bank Indonesia ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan pengakuan atas kerja kolektif dalam membangun ekosistem digital dari desa.


Di balik capaian tersebut, ada gagasan sederhana namun berdampak besar: menghadirkan internet sebagai kebutuhan dasar masyarakat desa. 


Melalui karya tulis yang digagas tim yang dipimpin Muttaqin Noviandy Shariff, Pemkab OKI menegaskan bahwa transformasi digital tidak akan berjalan tanpa fondasi infrastruktur yang kuat.


Internet, dalam konteks ini, bukan lagi sekadar alat komunikasi. Ia menjelma menjadi penggerak ekonomi, jembatan pendidikan, sekaligus pintu masuk layanan publik yang lebih cepat dan transparan.



Internet Gotong Royong: Dari Keterbatasan Menuju Akses.



Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah program Internet Gotong Royong. Sebuah pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah dan Telkomsel untuk menjawab persoalan klasik: blank spot di wilayah pedesaan.


Alih-alih menunggu pembangunan infrastruktur besar yang memakan waktu, masyarakat desa dilibatkan langsung. Menara masjid, bangunan tinggi milik warga, hingga fasilitas desa disulap menjadi titik penguat sinyal. Pemerintah desa menyediakan infrastruktur pasif, sementara Telkomsel menghadirkan jaringan.


Hasilnya, akses internet yang sebelumnya menjadi barang langka kini mulai dirasakan lebih merata. Dari warung kecil hingga pelaku UMKM, dari siswa hingga aparatur desa—semuanya mulai terhubung dalam satu ekosistem digital.



Lebih dari Sekadar Angka.



Penghargaan diserahkan dalam forum Evaluasi Kinerja TP2DD se-Sumatera Selatan di Hotel Excelton. Namun, yang dinilai bukan sekadar capaian angka atau indeks digitalisasi.


Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, M. Aries Permadi, esensi dari penilaian TP2DD terletak pada dampak nyata digitalisasi terhadap masyarakat.


“Infrastruktur internet yang merata menjadi kunci agar desa dapat mengakses layanan publik digital, pendidikan, dan peluang ekonomi baru,” ujarnya.


Pernyataan itu menegaskan satu hal: transformasi digital sejati adalah ketika teknologi mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat.



Menyalakan Harapan dari Desa.



Keberhasilan OKI bukan hanya tentang kemenangan lomba. Ia menjadi cermin bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat mampu memecahkan persoalan struktural yang selama ini menghambat kemajuan desa.


Digitalisasi desa yang digerakkan melalui semangat gotong royong telah membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM mulai menjangkau pasar lebih luas, layanan publik menjadi lebih efisien, dan generasi muda desa memiliki akses yang lebih besar terhadap pengetahuan.


Kini, dari desa-desa di OKI, transformasi itu terus bergerak—pelan namun pasti. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar, menegaskan bahwa masa depan digital Indonesia juga dibangun dari pinggiran.


( Mas Tris).

×
Berita Terbaru Update