Notification

×

BPKAD OKI

BPKAD OKI

VT

VT

Transkapuas

Transkapuas

Pelebaran Jalan Lintas Melawi Disiapkan untuk Kurangi Macet

Selasa, 21 April 2026 | 08.20.00 WIB Last Updated 2026-04-21T01:20:46Z
Caption: Tahap Kajian Berjalan, Pelebaran Jalan Lintas Melawi Ditargetkan Tertata


Sintang, (Kalbar), transkapuas.com - Pemerintah Kabupaten Sintang mulai menyiapkan rencana pelebaran jalan lintas Melawi sebagai bagian dari peningkatan kapasitas infrastruktur daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas ke depan, sekaligus menyiapkan akses yang lebih baik bagi pengembangan Jembatan Melawi.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang, Mursalin, pada Senin, 21 April 2026 menjelaskan bahwa pelebaran jalan menjadi kebutuhan yang mendesak. Sebab, kondisi ruas jalan saat ini dinilai belum memenuhi standar sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan, khususnya saat volume kendaraan meningkat.


"Untuk mengurai kemacetan di Kota Sintang ada rencana duplikasi Jembatan Melawi. Saat ini jalan lintas Melawi tidak memenuhi standar karena kurang lebar, sehingga perlu pelebaran 4 meter kiri dan kanan," kata Mursalin.


Menurut Mursalin, penambahan lebar jalan sangat diperlukan agar rencana peningkatan kapasitas jembatan tidak "mentok" pada akses jalan yang sempit. Rencananya akan ada penambahan sekitar 4 meter di sisi kiri dan kanan. Saat ini, prosesnya masuk pada tahapan studi kelayakan atau FS yang tengah dilakukan oleh kementerian.


Meski lintas Melawi bukan kewenangan pemerintah kabupaten secara penuh, Mursalin menegaskan pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab, terutama terkait pembebasan lahan. Namun, ia meyakini pembebasan lahan tidak akan menjadi masalah besar karena sepanjang koridor jalan sudah tersedia ruang milik jalan atau sempadan yang sesuai.


Mursalin menyebutkan, lebar ruang milik jalan lintas Melawi sekitar 22 meter. Dengan rencana pelebaran 4 meter di kiri dan kanan, proyek masih berada di dalam koridor yang tersedia. "Jadi jika diambil 4 meter kiri dan kanan, sebenarnya tidak perlu pembebasan lahan," tegasnya.


Dari sisi kesiapan, pemerintah daerah juga telah melakukan survei lapangan serta inventarisasi sebagai langkah awal mendukung rencana pembangunan.


"Dari jembatan sampai ke Tugu Simpang Lima, sudah kita lakukan inventarisasi di lapangan," ujarnya.


Rencana pelebaran jalan ini tidak terlepas dari pengembangan Jembatan Melawi yang saat ini masih dalam tahap kajian pemerintah pusat. Dari hasil FS, nantinya akan ditentukan prioritas apakah dilakukan duplikasi jembatan atau pembangunan jembatan di perhuluan Sungai Melawi.


Masyarakat diharapkan dapat memahami arah pembangunan ke depan, khususnya terkait pelebaran jalan yang menjadi bagian dari peningkatan kapasitas infrastruktur. Meskipun sosialisasi belum menyeluruh, pemerintah memastikan informasi sudah disampaikan secara bertahap kepada warga.


Publish: (RS)

×
Berita Terbaru Update