Notification

×

BPKAD OKI

BPKAD OKI

Transkapuas

Transkapuas

VT

VT

Jembatan Gantung Neran Baya Rusak Parah, Minta Tindakan Segera

Kamis, 02 April 2026 | 13.35.00 WIB Last Updated 2026-04-02T06:35:54Z
Foto: Jembatan Gantung Yang Terletak di Desa Neran Baya, Kecamatan Kayan Hilir


Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Kepala Desa Neran Baya, Zakaria, pada Kamis (2/4/2026) menyampaikan pernyataan panjang dan penuh harap kepada wartawan transkapuas.com mengenai kondisi memprihatinkan sebuah jembatan gantung yang menjadi urat nadi lalu lintas masyarakat di lima desa di Kecamatan Kayan Hilir. Jembatan yang menghubungkan Desa Neran Baya, Desa Sungai Buaya, Desa Batu Netak, Desa Sungai Sintang, dan Desa Sungai Garong Kecamatan Kayan Hilir kini mengalami kerusakan parah, banyak rangka kayu yang patah, tali dan pengikat yang rapuh, serta struktur pendukung yang sudah lapuk sehingga membahayakan keselamatan pengguna, terutama anak sekolah, ibu-ibu, dan para petani yang melewati jembatan setiap hari.


Menurut Zakaria, jembatan tersebut awalnya dibangun atas inisiatif pemerintah daerah dan didorong melalui aspirasi. Seiring berjalannya waktu, jembatan itu sempat ambruk beberapa tahun lalu dan kemudian direnovasi kembali atas upaya anggota Dewan daerah yang merespons tuntutan warga.


"Jembatan tersebut dibangun awal dari pemerintah daerah dan sepertinya melalui aspirasi dan sudah sekian tahun jembatan tersebut pernah roboh kemudian di renovasi ulang lagi oleh anggota Dewan," ujar Zakaria.


Namun, renovasi yang dilakukan kala itu hanya memberikan solusi sementara. Setelah kurang lebih enam tahun digunakan, jembatan kini kembali menunjukkan tanda-tanda kerusakan berat. Zakaria menjelaskan bahwa beberapa papan kayu penampang telah patah, beberapa sambungan dan penguat juga rusak parah, serta kawat penahan berpotensi putus bila terus dibebani. Kondisi ini membuat jembatan tidak lagi layak dilintasi tanpa adanya risiko besar. "Kemudian setelah berjalan kurang lebih 6 tahun dan saat ini jembatan gantung ini sangat memperihatinkan, dan perlu ada perbaikan lagi," kata Zakaria dengan nada khawatir.


Beban pemeliharaan dan biaya perbaikan menjadi kendala utama. Kepala desa mengakui bahwa warga sebenarnya punya semangat gotong royong dan siap melakukan kerja bakti untuk memperbaiki jembatan. Namun Zakaria menekankan bahwa perbaikan melalui kerja bakti hanya akan bersifat sementara, tidak mampu mengatasi persoalan struktural yang sudah mengakar dan tidak menjamin keselamatan jangka panjang. "Tentu bisa kami lakukan dengan cara kerja bakti tapi saya rasa kalau untuk perbaikan secara kerja bakti tentunya hanya bertahan sementara," ujarnya.


Untuk itu, Zakaria menyatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan perwakilan legislatif setempat. Ia menyebut telah menghubungi Anggota Dewan yang membawahi daerah pemilihan Kayan, Bapak Juni, untuk menyampaikan urgensi perbaikan jembatan. Zakaria berharap intervensi anggaran dan tindakan cepat dari Pemerintah Daerah maupun pihak terkait lainnya dapat direalisasikan demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. "Kita sudah berkomunikasi dengan anggota Dewan yaitu Pak Juni yang Dapil Kayan terkait untuk perbaikan jembatan tersebut, mengingat biaya yang diperlukan untuk perbaikan jembatan tersebut cukup besar karena kondisi jembatan ini sudah sangat rusak parah," paparnya.


Lebih jauh, Zakaria menguraikan dampak sosial dan ekonomi dari kondisi jembatan yang rusak. Jembatan tersebut bukan sekadar penghubung geografis, melainkan jalur utama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari menyeberang menuju tempat pembelajaran, bagi petani yang membawa hasil panen ke pasar, serta bagi para pedagang kecil dan tenaga kerja lokal. Jika akses ini terganggu atau terhenti karena ambruknya jembatan, biaya logistik dan waktu tempuh warga akan meningkat signifikan, risiko keselamatan pun turut meningkat, terutama pada musim hujan ketika arus sungai menjadi lebih deras dan alternatif jalur darat sangat terbatas.


Zakaria juga menyinggung kemungkinan solusi teknis yang dibutuhkan. Menurutnya, perbaikan yang layak tidak cukup hanya mengganti papan yang patah; perlu dilakukan penilaian struktural menyeluruh oleh ahli konstruksi, penggantian kabel penopang jika diperlukan, pemasangan penguat rangka yang tahan korosi, serta renovasi pondasi dan sambungan agar jembatan mampu menahan beban jangka panjang. Ia menegaskan pentingnya penggunaan material yang lebih tahan lama dan upaya perencanaan pemeliharaan berkala yang didukung anggaran khusus, bukan sekadar perbaikan insidental. Hal ini menurutnya akan menghemat anggaran dan mengurangi risiko di masa depan jika dikerjakan secara profesional dan permanen.


Dalam pernyataannya, Kepala Desa juga menyampaikan pesan kemanusiaan, permintaan yang datang bukan semata-mata demi kenyamanan, melainkan demi keselamatan hidup warga. Anak-anak yang pulang-pergi sekolah, lansia yang harus berobat, ibu hamil, dan warga yang membawa hasil tani kini terancam setiap kali melintas di jembatan ini. Zakaria berharap pihak legislatif, pemerintah daerah, dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan setempat bisa melihat kasus ini sebagai prioritas. "Harapan kami masyarakat yang setiap hari melewati jembatan tersebut dan saya sebagai Kepala Desa Neran Baya mengharapkan ada perhatian dari pihak terkait agar segera untuk menindaklanjuti terkait jembatan yang sangat di perlukan ini," ujarnya.


Menutup keterangannya, Zakaria sekali lagi menegaskan bahwa jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, ini adalah jalur kehidupan bagi ribuan warga kecil yang bergantung padanya. Ia meminta semua pihak yang berwenang untuk mendengarkan suara warga dan bergerak cepat. Kepedulian dan tindakan nyata, menurut Zakaria, akan menyelamatkan nyawa dan memulihkan akses ekonomi bagi lima desa yang selama ini mengandalkan jembatan gantung yang berada di Desa Neran Baya tersebut.


Transkapuas.com akan terus memantau perkembangan dan akan mengabarkan bila ada langkah konkret dari Pemerintah Daerah, anggota Dewan, dan instansi terkait mengenai perbaikan jembatan gantung ini, (RS) .


Peliput: Tim Transkapuas.com  

Editor: Redaksi Transkapuas.com

×
Berita Terbaru Update