Notification

×

BPKAD OKI

BPKAD OKI

VT

VT

Transkapuas

Transkapuas

Desa Emparu Baru Butuh Dukungan Daerah Lestarikan Budaya Lokal

Selasa, 07 April 2026 | 06.46.00 WIB Last Updated 2026-04-06T23:46:52Z
Foto: Samson, S. Sos Kepala Desa Emparu Baru, Kecamatan Dedai


Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Di tengah arus modernisasi yang kian deras, Pemerintah Desa Emparu Baru, Kecamatan Dedai, mulai menapakkan langkah besar untuk menjaga identitas budaya lokal. Kepala Desa Emparu Baru, Samson, S.Sos, menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kembali seni tradisional sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat desa.


Saat ditemui pada Senin 6 April 2026,Samson mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merancang program pembinaan budaya yang akan menyasar generasi muda sebagai garda terdepan pelestarian tradisi.


"Kita ingin budaya lokal ini tidak hilang. Rencananya, kita akan membuat program pembinaan khusus bagi generasi muda, sekaligus memberikan bantuan alat-alat tradisional seperti gong, gendang, dapek, dan lainnya agar mereka bisa belajar langsung," ujarnya penuh optimisme.


Ia menyadari, hingga saat ini program tersebut memang belum berjalan. Namun, semangat untuk menjadikan seni budaya sebagai bagian dari pembangunan desa terus diperkuat.


"Ke depan, ini pasti akan menjadi program desa. Kita tidak ingin budaya hanya jadi cerita, tapi harus tetap hidup di tengah masyarakat," tegasnya.


Dalam upaya pelestarian, pemerintah desa telah mulai melibatkan tokoh-tokoh adat sebagai penjaga nilai dan tradisi. Meski demikian, keberadaan sanggar seni masih menjadi pekerjaan rumah yang akan dibenahi ke depan.


"Kalau untuk sanggar seni memang belum ada, tapi tokoh adat sudah kita libatkan. Mereka punya peran penting dalam menjaga keaslian budaya kita," jelas Samson.


Ia juga mengakui bahwa peran generasi muda saat ini masih sangat terbatas. Minimnya sarana dan prasarana menjadi salah satu penyebab utama belum berkembangnya aktivitas seni budaya di kalangan anak muda.


"Bukan karena mereka tidak mau, tapi fasilitasnya belum ada. Kami dari pemerintah desa juga belum bisa memberikan dukungan maksimal," ungkapnya jujur.


Meski demikian, semangat budaya tetap terjaga melalui berbagai kegiatan adat yang rutin digelar. Dalam setiap gawai adat, masyarakat disuguhkan berbagai perlombaan tradisional seperti lomba numbuk padi, tarian adat, nyumpit, hingga bekana yang selalu mendapat antusiasme tinggi.


"Kegiatan ini biasanya kita laksanakan dengan dukungan dari yayasan STKIP Sintang. Mereka membantu menyediakan hadiah dan juri, sementara kita mendukung dari sisi pelaksanaan. Ini bentuk kolaborasi yang sangat membantu," katanya.


Lebih jauh, Samson memandang seni budaya bukan hanya sebagai warisan, tetapi juga peluang. Pemerintah desa bahkan telah menyiapkan rencana untuk menjadikan kekayaan budaya lokal sebagai daya tarik wisata desa di masa depan.


"Kita melihat potensi besar di sini. Budaya bisa menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.


Namun, di balik semangat tersebut, tantangan besar masih membayangi, terutama dalam hal pendanaan.

"Kendala utama kita adalah dana. Tanpa dukungan anggaran, tentu semua rencana ini tidak mudah diwujudkan," tambahnya.


Untuk itu, Pemerintah Desa Emparu Baru berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan hingga dinas terkait.


"Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak yang bisa mendukung. Pelestarian budaya ini bukan hanya tanggung jawab desa, tapi tanggung jawab bersama," pungkas Samson.


Dengan tekad yang kuat dan langkah awal yang mulai dirancang, Desa Emparu Baru kini berada di ambang kebangkitan budaya. Harapannya, warisan leluhur tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi identitas sekaligus kekuatan ekonomi desa di masa depan, (RS).

×
Berita Terbaru Update