![]() |
| Caption: Gregorius Bala minta dapur MBG jaga mutu dan pekerjakan warga Sintang |
Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menghadiri Pengarahan dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar Badan Gizi Nasional di Hotel My Home, Rabu, 1 April 2026. Kegiatan dihadiri perwakilan dari enam kabupaten, termasuk Wakil Bupati Sanggau, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Melawi, Komandan Satuan Tugas, Koordinator wilayah, yayasan, dan mitra pelaksana. Pengarahan dipimpin Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Brigjen TNI Rudi Setiawan, S.IP., M.Han.
Bupati Gregorius mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan standar mutu dapur penyedia MBG. Ia menegaskan agar pemilik dapur tidak dipersulit sehingga terancam ditutup, mengingat besarnya modal yang dikeluarkan untuk membuka dan mengelola dapur tersebut. "Banyak pemilik dapur yang modalnya terbatas, bahkan ada yang sampai meminjam ke bank atau koperasi untuk memulai usaha. Jangan sampai mereka dihentikan karena kekurangan syarat yang bisa diperbaiki," ujarnya.
Mendengarkan keluhan pengelola dapur, Bupati meminta penyelenggara menyediakan pelatihan teknis bagi pekerja dapur agar keterampilan mereka meningkat. Dengan demikian, operasional dapur bisa berjalan baik dan tenaga kerja yang diserap adalah warga lokal Sintang.
"Dengan diklat teknis, pekerja lokal dapat bekerja lebih profesional sehingga peluang kerja bagi masyarakat setempat meningkat," kata Bupati.
Gregorius juga menekankan potensi program MBG dalam menggerakkan ekonomi daerah. Pemerintah daerah perlu mendorong agar pemilik dapur dan tenaga kerja berasal dari pelaku usaha dan masyarakat lokal, sehingga manfaat program langsung dirasakan oleh komunitas setempat.
"Saya mendorong agar pengusaha lokal menjadi pelaksana MBG dan menyerap tenaga kerja lokal. Saya bicara ini mewakili aspirasi masyarakat Sintang," tambahnya.
Bupati menyatakan dukungan penuh terhadap keberhasilan program MBG di Kabupaten Sintang. Ia mengajak para pemilik dapur dan pekerja untuk menyampaikan keluhan atau masukan secara baik dan komunikatif. Namun ia juga mengingatkan pihak pusat agar responsif, sehingga perbaikan dapat segera dilakukan tanpa harus menunggu penyampaian yang keras. (RS)
