Notification

×

Imlek

Imlek

1

1

Imlek

Imlek

Hpn

Hpn

Hpn oki

Hpn oki

Pemerintah Sintang Apresiasi Film Dokumenter Tradisi Jandeh Dayak

Senin, 02 Maret 2026 | 15.59.00 WIB Last Updated 2026-03-02T08:59:56Z

 

Caption: Apresiasi Pemerintah Kabupaten Sintang untuk pelestarian tradisi Jandeh Suku Dayak melalui film dokumenter. Sebuah langkah penting untuk menjaga warisan budaya

Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Pemerintah Kabupaten Sintang mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Tim Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas penyelesaian penelitian dan pembuatan film dokumenter mengenai tradisi Jandeh, sebuah warisan budaya Suku Dayak yang kini mulai tergerus oleh perkembangan zaman.


Hal ini disampaikan oleh Helmi, Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, saat mewakili Bupati Sintang dalam acara pemutaran film dan diskusi yang bertajuk "Jandeh: Tradisi Dayak yang Tergerus Zaman." Acara tersebut berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026, di Hotel Bagoes Sintang.


"Terima kasih telah memilih Kabupaten Sintang sebagai ruang untuk refleksi dan dialog kebudayaan. Kami menghargai upaya mengangkat tradisi Jandeh, yang merupakan bagian integral dari identitas Suku Dayak di sini. Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan tetapi juga merupakan sarana untuk membangkitkan kesadaran kolektif akan pentingnya melestarikan warisan budaya leluhur," ujar Helmi.


Helmi melanjutkan, "Tradisi adalah cerminan identitas. Ia bukan sekadar ritual atau kebiasaan yang diturunkan dari generasi ke generasi, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai yang membentuk cara pandang, karakter, dan jati diri suatu masyarakat. Tradisi Jandeh, yang diangkat dalam film ini, mengandung makna mendalam tentang kebersamaan, penghormatan terhadap alam, serta spiritualitas yang luhur."


Namun, Helmi juga mengingatkan bahwa modernisasi dan globalisasi membawa tantangan tersendiri.


"Banyak tradisi yang perlahan memudar, bukan karena kehilangan makna, tetapi terhalang oleh ruang yang semakin menyempit untuk diwariskan. Generasi muda sering kali lebih akrab dengan budaya global dibandingkan tradisi leluhur mereka."


"Dalam konteks ini, dokumentasi, penelitian, dan diskusi yang kita lakukan hari ini sangat penting. Film dokumenter bukan hanya sarana untuk merekam, tetapi juga untuk mengedukasi serta menginspirasi. Ia berfungsi sebagai jembatan antara generasi lama dan baru, menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan realitas masa kini."


Ahmad Supendi, Ketua Panitia Pemutaran Film Dokumenter Jandeh, menjelaskan bahwa Tim Kebudayaan telah melakukan penelitian dan pengumpulan informasi mengenai seni Jandeh di Kabupaten Sintang selama satu tahun. "Kami memulai penelitian pada tahun 2025 dan sekarang kami telah menghasilkan film dokumenter yang siap dipresentasikan."


"Adat Dayak menghadapi sejumlah tantangan dalam era modern ini. Banyak tradisi yang tergerus oleh arus asimilasi, baik dari agama maupun teknologi. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bertekad untuk melakukan digitalisasi budaya, termasuk budaya Dayak dari sub-suku Dayak Iban di daerah Ketungau."


"Tujuan kami adalah agar video ini dapat menjadi arsip bagi generasi mendatang, mengingatkan bahwa tradisi Jandeh adalah bagian dari kekayaan budaya kita yang harus terus dijaga," tutup Ahmad Supendi. "Semoga dengan adanya film ini, generasi muda kita akan terus mencintai dan melestarikan budaya mereka."


Acara ini dihadiri oleh Tim Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, tokoh adat, tokoh budaya, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan perwakilan OPD Pemkab Sintang.


Publish: (RS)

×
Berita Terbaru Update