Notification

×

Transkapuas

Transkapuas

Wabup Sintang Minta Camat dan Kades Kumpulkan Data Miskin April 2026

Selasa, 27 Januari 2026 | 14.49.00 WIB Last Updated 2026-01-27T07:49:40Z
Caption: Wabup Sintang ajak seluruh camat dan kades peduli kondisi masyarakat miskin


Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Florensius Ronny, Wakil Bupati Sintang, mengajak camat, lurah, dan kepala desa di Kabupaten Sintang untuk segera mengumpulkan data mengenai warganya yang hidup di bawah garis kemiskinan. Permintaan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi terkait program ketahanan pangan jagung di desa, yang diadakan pada Selasa, 27 Januari 2026, di Pendopo Wakil Bupati Sintang.


Rapat ini dihadiri oleh 14 camat, Polres Sintang, Bulog Sintang, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait. Dalam pernyataannya, Florensius Ronny menegaskan pentingnya data akurat tentang masyarakat miskin yang berada di bawah garis kemiskinan, yang harus diambil dari tingkat desa.


"Walaupun kita bisa merujuk data dari BPS yang menunjukkan bahwa sekitar 7 hingga 8% masyarakat di Kabupaten Sintang hidup miskin, kita perlu data nyata dari seluruh desa. Kita perlu mengetahui jumlah masyarakat yang benar-benar hidup di bawah garis kemiskinan dan faktor-faktor penyebabnya," jelas Florensius Ronny.


Ia melanjutkan, "Ada banyak penyebab yang membuat warga kita mengalami kesulitan ekonomi. Beberapa di antaranya adalah penyandang disabilitas yang tidak dapat bekerja, serta mereka yang pernah mengalami sakit serius seperti TBC, stroke, atau hipertensi. Selain itu, rendahnya kualitas sumber daya manusia dan status sosial, seperti janda dengan banyak anak, juga berkontribusi pada keadaan ini."


Wakil Bupati menekankan bahwa pencarian data ini adalah prioritas. "Saya ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang hidup dalam kondisi seperti ini tanpa mendapatkan perhatian dari pemerintah, khususnya Pemda Sintang. Mereka berhak mendapatkan bantuan seperti BLT, bantuan PKH, atau anggaran dari Pemkab Sintang," tegasnya.


Florensius Ronny juga mengingatkan, "Selama kampanye legislatif dan pilkada, saya mendapati kasus di mana seorang warga mendapatkan bantuan, tetapi di sebelahnya, ada keluarga yang lebih membutuhkan, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, namun tidak mendapatkan bantuan. Data inilah yang harus segera dikumpulkan. Saya harap, pada April 2026, data tersebut sudah tersusun dengan baik, sehingga kita dapat merumuskan solusi untuk membantu mereka."


Menurut data BPS, masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan di Kabupaten Sintang memiliki penghasilan di bawah Rp 700.000 per bulan.


Publish: (RS)

×
Berita Terbaru Update