![]() |
| Caption: Bupati Sintang memimpin langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga gas subsidi bersama 7 agen |
Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, memimpin rapat koordinasi pada Kamis, 15 Januari 2026, untuk membahas kelangkaan dan tingginya harga gas bersubsidi di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang.
Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk H. Indra Subekti, Sekda Sintang Kartiyus, serta perwakilan dari berbagai instansi seperti Kejaksaan Negeri Sintang, Polres Sintang, dan Pertamina Patra Niaga. Tujuh agen gas LPG yang melayani masyarakat Kabupaten Sintang juga turut hadir.
Sebelum memulai pertemuan, Bupati Gregorius mengabsen peserta untuk memastikan bahwa yang hadir adalah pemilik resmi dari tujuh agen gas LPG. Sayangnya, hanya tiga pemilik yang hadir, sementara sisanya diwakili oleh pengurus. Kecewa dengan absennya sebagian besar pemilik agen, Bupati mempertanyakan kelanjutan rapat tersebut, yang sangat penting untuk kepentingan masyarakat.
"Rapat ini digelar sebagai respons atas keluhan masyarakat yang kami terima baik secara langsung, melalui media massa, maupun media sosial mengenai kelangkaan dan kenaikan harga gas subsidi. Kami juga sudah melakukan inspeksi mendalam. Ini sebenarnya adalah masalah yang melibatkan agen dan masyarakat," ungkap Bupati.
Okky Desvian, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Sintang, menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan gas 3 kg. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan gas ini bukan hanya bisnis, tetapi juga amanah dari negara yang melibatkan uang rakyat.
"Ada uang negara di sini, dan kami tidak akan tolerir adanya kebocoran. Kami siap melakukan penyelidikan jika terdapat penyalahgunaan dalam subsidi gas 3 kg," tegasnya.
Sementara itu, Sekda Kartiyus melaporkan bahwa harga gas 3 kg di Desa Baning Kota masih mencapai Rp 45.000, meski berada di tengah kota.
"Saya mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan. Jangan sampai aparat penegak hukum turun tangan. Kita semua tahu perekonomian sedang baik dan konsumsi tinggi, tetapi kita perlu menghindari penyalahgunaan gas 3 kg ini," pesan Kartiyus.
Sebagai hasil dari rapat tersebut, disepakati bahwa akan diadakan pertemuan lanjutan antara Pemkab Sintang, Polres Sintang, Kajari Sintang, Pertamina, dan tujuh agen gas subsidi untuk menormalkan stok serta harga gas 3 kg.
Publish: (RS)
