Notification

×

A

A

BPKAD OKI

BPKAD OKI

Dandim OKI: Stop Jual Bantuan Pusat!

Jumat, 12 September 2025 | 06.36.00 WIB Last Updated 2025-09-11T23:36:32Z
Caption ,Rapat Koordinasi Optimalisasi Lahan Rawa dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) digelar dikantor  bupati ruang bende Seguguk Dua Kayuagung, OKI, dengan melibatkan TNI, Pemkab, dan para petani guna mendukung ketahanan pangan nasional, Kamis (11/9/2025).


OKI, transkapuas.com – Komandan Kodim 0402/OKI, Letkol Inf Yontri Bhakti SH MH, menegaskan agar bantuan pemerintah pusat untuk petani di Ogan Komering Ilir (OKI) tidak disalahgunakan. Bantuan berupa pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), dan bibit padi itu menurutnya harus dimanfaatkan sebaik mungkin, bukan untuk diperjualbelikan.


“Karena itu diberikan untuk membantu agar lahan persawahan bisa dikelola dengan baik hingga hasilnya maksimal. Maka dari itu jangan dijual, tapi manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” imbau Yontri saat rapat koordinasi optimasi lahan (opla) cetak sawah rakyat (CSR) dan sosialisasi Brigade Pangan 2025 di RRBS II Setda OKI, Kamis (11/9/2025).


Ia menambahkan, konsistensi dan kerja maksimal seluruh pihak menjadi kunci sukses program ketahanan pangan nasional. “Syaratnya mau belajar, kerja keras, pantang menyerah, serta memanfaatkan bantuan dari pemerintah pusat sebaik-baiknya,” tegasnya.


Yontri juga mendorong kelompok tani agar tidak ragu dalam mengolah sawah. Menurutnya, proses bertani kini tidak lagi manual seperti dulu, melainkan sudah terbantu dengan alsintan bahkan drone untuk mendukung produktivitas.


Sementara itu, Wakil Bupati OKI, Supriyanto, menilai pola pikir petani juga perlu diubah. Dari hasil penelusuran di sejumlah desa, masih banyak catatan penting yang harus dianalisis dan dievaluasi bersama.


“Seperti alsintan bantuan pemerintah pusat yang diserahkan ke salah satu gapoktan ternyata tidak bisa dimanfaatkan maksimal. Kita tahu, masa aktif alsintan itu mungkin hanya 3 sampai 5 tahun. Harusnya sebelum tidak bisa dipakai lagi, sudah dipikirkan bagaimana bisa membeli secara mandiri,” jelasnya.


Menurut Supriyanto, hal ini penting agar bantuan berikutnya dari pemerintah pusat bisa lebih tepat guna. “Para petani harus benar-benar profesional. Ketika dibantu, gunakan secara maksimal. Dengan begitu, ke depan bantuan yang turun bisa berbeda dan lebih bermanfaat,” pungkasnya.


( Mas Tris)

×
Berita Terbaru Update