Notification

×

TK

TK

Wabup

Wabup

Sintang 1

Sintang 1

Jembatan Ambruk di Desa Bangun Kecamatan Sepauk Telan 4 Korban

Kamis, 06 Juli 2023 | 09.01.00 WIB Last Updated 2023-07-06T03:03:26Z

 


Sintang,transkapuas.com - Tujuan utama dibangunnya jembatan gantung dan jalan lingkungan adalah untuk memberikan kemudahan pergerakan antardesa serta membuka isolasi daerah yang terpisahkan sungai.


Namun lain halnya dengan jembatan gantung yang berada di Dusun Bangun 1 Desa Bangun Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang Kalimantan Barat setelah di bangun belasan tahun lalu jembatan gantung tersebut ambruk dan memakan korban, Rabu (5/7/2023).


Saat dihubungi melalui WhatsApp Kepala Desa Bangun Heronimus Imus membenarkan kalau jembatan gantung ambruk dan ada korban.


"Benar, kronologisnya berawal dari 5 warga yang melewati jembatan tersebut ambruk dan merekapun jatuh ke sungai", jelas Kades.


Pada tanggal 3 Juli 2023 pukul 19.30 wib jembatan gantung penghubung antar RT 03 dan RT 01 Desa Bangun mengalami kerusakan karena tali sleng utama putus di bagian penyangga sleng arah jalan RT,003. Tali sleng putus karena kropos dan karatan akibat tertimbun pasir pada saat banjir.


Kades Bagun juga menambahkan kalau warga yang menjadi korban sudah di bawa ke rumah sakit


"Mereka yang menjadi korban akibat Jembatan ambruk yaitu Thomas Edison, Hengki,Yasir Arafat dan Undai, sedangkan Herunimus sudah sampai ke seberang", tulisnya.


"Korban yaitu Hengki mengalami luka sobek kaki sebelah,Thomas Edison luka sobek dibagikan lutut sebelah kiri sehingga keduanya langsung dilarikan ke RSUD Sekadau,namun Thomas Edison harus di rusuk ke rumah sakit Santo Antonius Pontianak karena mengalami retak pada tulang lutut sedangkan Yasir Arafat dan Undai hanya mengalami luka ringan", jelas Kades panjang lebar.


Menurut Kepala Desa Bangun bahwa jembatan tersebut dibangun pada tahun 2005 awal bulan April.


"Di bangun thn 2005 awal, bulan April 2005", tulis kades singkat.


Dampak dari ambruknya jembatan tersebut mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat di Desa yang melakukan kegiatan rutinitas seperti para petani karet, pelaku usaha, guru, maupun pegawai swasta serta anak sekolah dan masyarakat disekitarnya yang hendak berpergian.


Reporter : K. Robenson

×
Berita Terbaru Update