Notification

×

TK

TK

Wabup

Wabup

Sintang 1

Sintang 1

Dewan Apresiasi Langkah Pihak Terkait, Menangani Warga Tergigit Anjing Gila

Selasa, 11 Juli 2023 | 06.37.00 WIB Last Updated 2023-07-10T23:37:24Z

 

Foto: Anjing Gila yang berhasil di bunuh oleh masyarakat

SEKADAU, TRANS KAPUAS.COM - Markus Tolak salah seorang warga jalan Abadi Sekadau harus dilarikan ke Rumah Sakit Sekadau, setelah digigit anjing gila, Senin (10/7/2023)pagi.


Berikut adalah kronologis kejadiannya:

Pagi itu, Markus Tolak, korban sedang santai di depan rumahnya singkat cerita. Ketika sedang duduk, Markus tiba -tiba didatangi seekor Anjing langsung menerkam dengan garang, ketika anjing tersebut mengigit, anjing tersebut tidak mau melepas gigitannya.


Untuk melepaskan korban dari gigitan Anjing tersebut tersebut, korban dibantu warga lainnya dengan cara memukul Anjing tersebut hingga tewas. 


"Setelah lepas langkah pertama korban langsung mencuci bekas gigitan dengan air dan kemudian langsung dibawa ke puskesmas untuk dilakukan penyuntikan Vaksin Anti Rabies (VAR)," terang Martin Lombok saksi mata kejadian tersebut.


Kemudian Pilontius, salah seorang tetangga korban lainnya yang juga berada di lokasi langsung membawa kepala anjing tersebut ke Dinas DKP3 bidang Peternakan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan dengan kondisi mati.


Kemudian beberapa pihak yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi instansi terkait yakni DKPPP kabupaten Sekadau.


Mendapat informasi tersebut pihak Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) langsung melakukan tracking bersama pihak kepolisian dan aparat desa Munguk, terhadap hewan tersebut, mereka langsung mengambil sampel darah dan Liur Anjing gila tersebut.


Di tempat terpisah, kepala dinas DKP3, Sandae  saat di konfirmasi terkait kejadian tersebut kepada awak media ini disela - sela ia menghadiri rapat paripurna di kantor DPRD kabupaten Sekadau ia mengatakan, bahwa sampel hewan tersebut sudah diterima dan akan di kirim ke laboratorium di Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan apakah terpapar Rabies atau tidak.


"Kita langsung kirim sampel darah dan Liur Anjing tersebut ke laboratorium di Pontianak untuk di cek apakah ada Virus Rabies atau tidak," kata Sandae.


Untuk mengetahui hasilnya dari laboratorium membutuhkan waktu sekitar satu Minggu. Ia juga berharap jika ada masyarakat yang menemukan Anjing liar supaya dilakukan pemusnahan.


Sementara itu ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyambut baik langkah cepat pihak terkait, agar kabupaten Sekadau terhindar dari Virus Rabies ia sependapat dengan Kadis DKPPP jika masyarakat menemukan Anjing liar dengan kondisi mencurigakan langsung saja lakukan pemusnahan di tempat.


Tujuannya, tentu agar Anjing yang bisa menyebarkan Virus Rabies bisa lenyap di kabupaten Sekadau.


"Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah kabupaten Sekadau melalui dinas terkait dengan mengambil langkah cepat dan tepat langsung melakukan pengecekan terhadap liur dan darah anjing tersebut," ucap Hasan. (tim) 

×
Berita Terbaru Update