Notification

×

Desa Rirang Jati

Desa Rirang Jati

PGD Ke-XI Kabupaten Sekadau Tahun 2022 Resmi Dibuka

Rabu, 13 Juli 2022 | Juli 13, 2022 WIB Last Updated 2022-07-13T11:13:28Z


Sekadau, transkapuas.com - Pekan Gawai Dayak (PGD) XI Tahun 2022 Kabupaten Sekadau, resmi dibuka di Rumah Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Rabu (13/7/2022) pagi.

PGD XI tahun 2022 mengusung tema 'Melalui Gawai Dayak XI Kita Perkuat Eksistensi Masyarakat Adat Dalam Pelestarian Tradisi Dan Budaya Demi Terwujudnya Kabupaten Sekadau Yang Maju, Sejahtera dan Bermartabat', acara berlangsung 13-16 Juli 2022.

Kegiatan diawali dengan pawai budaya dimeriahkan oleh sejumlah peserta menggunakan pakaian adat dayak, Kecamatan di Kabupaten Sekadau yang diikuti oleh perwakilan DAD masing-masing kecamatan serta perwakilan sekolah-sekolah di kabupaten Sekadau.

PGD XI yang berlangsung secara meriah tersebut, merupakan perayaan dan festival budaya yang diadakan setiap tahunnya oleh suku Dayak di Kalimantan, sebagai bentuk wujud dari ungkapan rasa syukur masyarakat adat Dayak kepada sang pencipta atas panen yang melimpah. Perayaan ini juga telah menjadi tradisi dari dulu hingga saat ini.

Acara dilanjutkan dengan ritual dan upacara tradisional otentik Suku Dayak yaitu melakukan pemotongan bambu oleh Bupati Sekadau, Aron sebelum memasuki area PGD dan meminum secangkir tuak khas Dayak Sekadau.

Dalam arahannya Bupati Sekadau berharap kepada seluruh masyarakat supaya berpegang teguh kepada adat istiadat Dayak.

"Saya berharap kepada seluruh masyarakat yang melaksanakan gawai, supaya berpegang teguh kepada adat istiadat Dayak dan selalu memelihara kedamaian dalam pertemuan gawai Dayak ini," ucap Bupati.
Beliau juga menambahkan gawai Dayak ini merupakan even untuk melestarikan budaya dan adat leluhur supaya tidak punah.

 
"Gawai Dayak ini juga merupakan even bagi kita untuk  melestarikan adat budaya kita dan menjaga nilai adat leluhur yang sudah ada pada jaman dahulu, agar tidak punah, serta memanfaatkan kebudayaan daerah sebagai modal dasar sumber daya manusia melalui seni budaya," ucap Aron.

 
"Mengingat sudah dua tahun ini kita tidak melaksanakan gawai Dayak, akibat terkendala akibat pandemi Covid 19, yang mestinya even gawai Dayak setiap tahunnya dilaksanakan, maka baru sekarang kita buka kembali gawai Dayak ke Xl, pada tahun 2022 ini. Mari meriahkan gawai dayak ini, namun tetap mematuhi protokol kesehatan," tambah Aron.

“Dengan dilakukan pemukulan gong sebanyak tujuh kali ini maka dibukalah Pekan Gawai Dayak ke sebelah di Sekadau untuk umum,” tutup Aron. 

Mewakili Gubernur Kalbar, Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda, Frans Zeno menyampaikan PGD XI Sekadau ini merupakan budaya yang harus dilestarikan sebagai suatu ritual adat yang sudah dilakukan sejak dahulu. Perayaan gawai dayak merupakan event yang di nantikan oleh seluruh masyarakat dayak Sekadau khususnya, gawai dayak ini adalah sebagai sebuah kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan merupakan budaya yang sudah menjadi turun menurun.

“Melalui event ini juga diharapkan mampu menjadi promosi Kabupaten Sekadau dalam citra membangun menjadi masyarakat yg rukun dan akur,” ungkap Frans Zeno.

Sementara itu, Ketua Panitia PGD XI, Finsen mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan Gawai Dayak XI di Sekadau tahun 2022, dan ia mengungkapkan bahwa pekan gawai dayak ini juga merupakan sarana untuk mengembangkan nilai dari seni budaya adat dayak.

“Selamat datang di gawai dayak ke sebelas ini merupakan kegiatan rutin Sekadau yang diselenggarakan setiap tahun, dengan tujuan mensyukuri nikmat Tuhan atas hasil panen yang melimpah, pekan gawai dayak juga sebagai sarana untuk mengembangkan seni dan budaya yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Sekadau,” ungkapnya. (Sy) 

×
Berita Terbaru Update