![]() |
| Foto: Salah satu lokasi paling ramai berada di kawasan Sungai Raya, Desa Tanjung kecamatan Sekadau Hilir |
SEKADAU, transkapuas.com - Menurunnya debit air Sungai Kapuas akibat kemarau panjang 2026 menyingkap hamparan pasir putih di sejumlah titik di Kabupaten Sekadau. Kondisi ini dimanfaatkan warga sebagai destinasi wisata dadakan untuk berekreasi bersama keluarga.
Salah satu lokasi paling ramai berada di kawasan Sungai Raya, Desa Tanjung. Sejak beberapa pekan terakhir, ratusan warga memadati area tersebut setiap sore untuk bermain pasir, berfoto, dan menikmati matahari terbenam.
Wahyudin, warga Sekadau Hilir, mengaku antusias dengan fenomena ini.
"Ini pertama kali kami lihat pasir Sungai Kapuas seluas ini. Biasanya ketutup air. Sekarang jadi seperti pantai. Anak-anak senang main di sini dan tidak dipungut biaya," ujarnya di lokasi, Sabtu (12/9/2026).
Munculnya pasir putih ini juga mengundang pedagang kaki lima. Beberapa warga mulai berjualan makanan ringan, minuman, dan menyewakan ban untuk bermain di pinggir sungai.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kabupaten Sekadau, Gunawan, S.Pd.SD., M.A.P., menyambut baik antusiasme masyarakat. Namun ia mengimbau pengunjung tetap menjaga kebersihan dan mengutamakan keselamatan.
"Kami apresiasi kreativitas warga menjadikan ini tempat rekreasi. Tapi kami ingatkan, jangan buang sampah sembarangan dan jangan berenang ke tengah. Arus Sungai Kapuas tetap berbahaya meski air sedang surut," tegasnya.
Pemerintah daerah berharap fenomena alam ini dapat menjadi daya tarik wisata alternatif di Sekadau, khususnya pada musim kemarau setiap tahun, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kebersihan lingkungan. (BBG)
