![]() |
| Caption: Kelengkapan fasilitas, peningkatan pelayanan, dan pembangunan rumah sakit menjadi fokus utama dalam Sertijab Direktur RSUD AM Djoen Sintang |
Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menghadiri acara serah terima jabatan (Sertijab) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade Muhammad Djoen Sintang dari Pelaksana Direktur dr. Samperiono, Sp.B., M.Kes kepada dr. Bagus Zodiak Adibrata sebagai Direktur definitif. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula RSUD AM Djoen Sintang, Rabu (3/6/2026).
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta jajaran manajemen dan pegawai RSUD AM Djoen Sintang.
Dalam sambutannya, Bupati Sintang berharap kepemimpinan baru di RSUD AM Djoen dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, dr. Bagus memiliki pengalaman yang cukup dalam memberikan pelayanan kesehatan, termasuk saat bertugas di Rumah Sakit Jiwa Sudiyanto.
Namun demikian, Gregorius menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan rumah sakit tidak hanya bergantung pada seorang direktur, melainkan memerlukan dukungan dan kerja sama seluruh jajaran rumah sakit.
"Saya tidak menemukan orang yang sempurna, termasuk saya sendiri. Karena itu, Direktur yang baru juga memerlukan dukungan dari seluruh pegawai RSUD AM Djoen Sintang agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Bupati juga mengingatkan seluruh pegawai untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mengesampingkan ego pribadi dalam bekerja.
"Lakukan pekerjaan terbaik dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sampaikan pendapat dengan baik demi kemajuan rumah sakit. Jika pendapat belum diterima, jangan berkecil hati, karena yang terpenting adalah niat untuk memberikan yang terbaik," katanya.
Selain itu, Gregorius meminta setiap unit pelayanan atau poli yang masih memiliki kekurangan sarana dan prasarana agar segera menyampaikannya kepada direktur untuk ditindaklanjuti. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan peraturan yang berlaku.
Menurutnya, apabila terdapat keraguan dalam pelaksanaan kegiatan atau penggunaan anggaran, pihak rumah sakit tidak perlu ragu meminta pendampingan hukum kepada Aparat Penegak Hukum (APH).
"Kita tidak perlu alergi terhadap APH. Jika pekerjaan dilakukan dengan niat baik dan sesuai aturan, tidak ada yang perlu ditakutkan. Bahkan lebih baik berkonsultasi sejak awal agar semua berjalan sesuai ketentuan," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sintang juga mengingatkan jajaran direksi RSUD AM Djoen untuk segera menyiapkan seluruh persyaratan administrasi yang diperlukan terkait rencana pembangunan gedung rumah sakit menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebagaimana yang telah disampaikan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turut membantu melengkapi seluruh persyaratan agar pembangunan gedung tersebut dapat segera direalisasikan.
Menutup sambutannya, Gregorius memberikan perhatian khusus terhadap kelengkapan fasilitas penunjang di seluruh poli pelayanan RSUD AM Djoen Sintang.
"Saya minta seluruh fasilitas penunjang di setiap poli dilengkapi. Jika fasilitas lengkap, dokter dan tenaga kesehatan dapat bekerja lebih maksimal. Pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik, tingkat kepuasan pasien meningkat, dan pada akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan layanan rumah sakit," pungkasnya.
Publish: (RS)
